BPH Migas Optimalkan Pemanfaatan Jaringan Gas bagi Warga di Bojonegoro
📅 Minggu, 09 Agu 2026, 12:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
JAKARTA – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengoptimalkan pemanfaatan jaringan gas (jargas) untuk warga pelanggan rumah tangga dan pelanggan kecil di Bojonegoro, Jawa Timur.
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu(09/8), mengatakan wilayah Bojonegoro memiliki potensi besar untuk pengembangan jargas, baik melalui skema APBN, dukungan pemerintah daerah melalui APBD, maupun pengembangan jargas mandiri oleh PT PGN (Persero) Tbk.
Menurut dia, gas bumi merupakan sumber energi yang lebih efisien, aman, dan ekonomis, dibandingkan menggunakan bahan bakar lainnya.
Saat ini pemanfaatan gas bumi di Bojonegoro mencapai sekitar 55 persen dari total alokasi yang tersedia. Kondisi tersebut menunjukkan masih terbukanya peluang memperluas jumlah sambungan jargas kepada masyarakat.
"Kemudian, asas manfaat ini pasti untuk mendorong efisiensi dalam rangka pembelian bahan bakar. Dengan total volume (gas bumi) yang sudah dimanfaatkan kurang lebih baru 55 persen dari total alokasi, dan dari sisi penggunaan gas bumi ternyata dapat memberikan efisiensi hampir 45 persen (pembiayaan) dan itu sangat membantu masyarakat. Artinya mengurangi cost (biaya) pengeluaran per bulan," ujar Wahyudi dalam Bimbingan Teknis dan Penyebarluasan Informasi mengenai Pengaturan serta Pengawasan Gas Bumi Melalui Pipa di Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (08/8).
Sebaiknya Anda baca juga:
Wahyudi juga menambahkan biaya penggunaan jargas yang relatif rendah membuat masyarakat dapat mengalokasikan pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan penting lainnya.
Selain digunakan untuk memasak, jargas juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan usaha mikro dan pemanas air.
"Masyarakat pengguna jargas hanya membayar gas bumi (jargas) ada yang kurang lebih Rp25 ribu, ada yang Rp42 ribu, ada yang Rp60 ribu, ada yang Rp70 ribu per bulan, tergantung konsumsinya. Dan itu sudah bisa digunakan untuk produksi UMKM. Selain digunakan untuk masak, jargas juga dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pemanas air. Jadi, sangat aman dan optimal," jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai daerah penghasil migas, Bojonegoro layak memperoleh manfaat yang lebih besar dari sumber daya energi yang dimilikinya.
Karena itu BPH Migas bersama Komisi XII DPR akan terus melakukan penyebarluasan informasi agar masyarakat semakin siap memanfaatkan gas bumi melalui jaringan pipa.
"BPH Migas bersama Komisi XII DPR RI ingin terus melakukan sosialisasi ini agar masyarakat lebih siap untuk memanfaatkan menggunakan jargas, untuk mendorong dan mendukung Astacita pemerintah dengan kemandirian energi. Ini penting, karena sumber energi ada di Bojonegoro dan wajib dimanfaatkan untuk masyarakat Bojonegoro," tuturnya.
Anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari menilai program jargas telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bojonegoro dan berharap jumlah sambungan jargas dapat terus ditingkatkan.
"Kami ucapkan terima kasih kepada BPH Migas, melihat bagaimana 16.200 sambungan jargas selama ini sudah terpasang di Bojonegoro dan sudah dimanfaatkan dengan maksimal. Kami mewakili masyarakat Bojonegoro, mohon dukungannya supaya bisa ditambah lagi (sambungan jargas) dan bisa membantu perekonomian masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum melalui support BPH Migas yang sangat luar biasa," ujarnya.
Di wilayah Bojonegoro, jargas telah beroperasi di Kecamatan Bojonegoro, Ngasem, dan Gayam, yang menjadi bagian dari wilayah operasional PGN Sales and Operation Regional (SOR) III.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!