Tekanan terhadap Infantino Meningkat, UEFA Pertahankan Ancaman Boikot meski CAF Beri Dukungan
📅 Jumat, 07 Agu 2026, 09:22 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraPARIS – Krisis yang melanda Presiden FIFA Gianni Infantino belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Sehari setelah mendapat dukungan penuh dari jajaran pimpinan FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF), Infantino kembali menghadapi tekanan besar setelah UEFA menegaskan ancaman untuk memboikot seluruh kompetisi FIFA jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.
Polemik bermula dari rencana FIFA membentuk perusahaan komersial baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) yang akan membuka peluang investasi swasta dalam pengelolaan aset-aset paling bernilai milik FIFA, termasuk Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub.
Melalui skema tersebut, FIFA memperkirakan dapat menghimpun investasi hingga 4,2 miliar dolar AS atau sekitar 69,3 triliun rupiah. Perusahaan baru itu bahkan diperkirakan memiliki valuasi mencapai 20 miliar dolar AS atau sekitar 330 triliun rupiah.
Namun, proposal tersebut memicu penolakan luas dari berbagai konfederasi dan akhirnya dibatalkan oleh Infantino pada akhir pekan lalu.
Meski FIFA telah menarik proposal FFE, UEFA menegaskan bahwa langkah tersebut belum cukup untuk mengembalikan kepercayaan mereka kepada kepemimpinan Infantino.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam pernyataan resminya, badan sepak bola Eropa itu menilai syarat utama untuk mencabut ancaman boikot belum sepenuhnya dipenuhi.
"Asosiasi-asosiasi anggota UEFA telah menyampaikan dengan sangat jelas syarat-syarat agar mereka tetap berpartisipasi dalam kompetisi FIFA," demikian pernyataan UEFA.
Menurut UEFA, ada dua syarat yang harus dipenuhi FIFA.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pertama, proposal penjualan hak komersial kompetisi utama FIFA harus benar-benar dibatalkan. Kedua, FIFA harus memberikan jaminan bahwa upaya serupa tidak akan pernah dilakukan lagi di masa mendatang. "Syarat-syarat tersebut belum terpenuhi," tegas UEFA.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa hubungan antara UEFA dan FIFA masih berada dalam situasi yang sangat tegang.
Pekan lalu, UEFA bahkan menyebut proposal Infantino sebagai "kesepakatan murahan yang disusun secara tertutup dan tidak transparan."
Nada kritik tersebut tidak berubah. "UEFA telah menyatakan dengan sangat jelas bahwa mereka kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino. Posisi itu tetap tidak berubah," lanjut pernyataan tersebut.
Situasi semakin sulit bagi Infantino karena sejumlah federasi anggota UEFA juga mulai menarik dukungan terhadap pencalonannya untuk masa jabatan keempat sekaligus terakhir sebagai Presiden FIFA pada Kongres FIFA di Rabat, Maret tahun depan.
Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia, Lise Klaveness, yang menjadi salah satu pengkritik paling vokal, dijadwalkan menggelar konferensi pers pada Jumat dan diperkirakan akan kembali melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan FIFA.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!