Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Asosiasi Sepak Bola Eropa Tegaskan Ancaman Boikot Kompetisi FIFA Masih Terbuka

📅 Jumat, 07 Agu 2026, 04:00 WIB | Oleh:
Asosiasi Sepak Bola Eropa Tegaskan Ancaman Boikot Kompetisi FIFA Masih Terbuka Doc: Antara foto/Anadolu Agency
Ket. ARSIP - Presiden AS Donald Trump (tengah) menghadiri upacara penyerahan bersama Presiden FIFA Gianni Infantino (kiri) dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum (kanan) setelah Spanyol memenangkan pertandingan final Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol dan Argentina di New Jersey, Amerika Serikat, pada 19 Juli 2026.

JAKARTA - Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) menegaskan ancaman boikot terhadap kompetisi-kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, masih berpeluang terbuka meski rencana penjualan saham komersial kompetisi tersebut ke investor swasta telah dibatalkan.

"Bagi kami, tidak ada yang berubah (ancaman boikot). Pertama, proposal penjualan kompetisi utama harus dibatalkan sepenuhnya. Kedua, harus ada jaminan bahwa upaya yang dapat merusak sepak bola seperti itu tidak akan pernah dilakukan lagi. Syarat-syarat tersebut belum dipenuhi," demikian pernyataan UEFA yang dikutip The Guardian pada Kamis (6/8).

Menurut UEFA, pembatalan rencana tersebut masih belum cukup untuk mengembalikan kepercayaan organisasi terhadap kepemimpinan Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Sebelumnya, UEFA telah menyatakan kehilangan kepercayaan kepada Infantino dan menyebut proposal pembentukan FIFA Forward Enterprise sebagai kesepakatan yang tidak transparan serta disusun secara tertutup.

FIFA Forward Enterprise adalah perusahaan yang sebelumnya disiapkan untuk menjual sekitar 20 persen saham komersial Piala Dunia.

FIFA sebelumnya menyampaikan permohonan maaf atas penanganan rencana tersebut. Dalam pernyataan resminya, badan sepak bola dunia itu mengakui telah melakukan kesalahan dalam proses penyusunan proposal dan menyatakan penanganannya seharusnya dilakukan dengan cara berbeda.

Permohonan maaf itu disampaikan melalui surat kepada Dewan FIFA dan seluruh asosiasi anggota setelah rencana penjualan sekitar 20 persen saham komersial Piala Dunia senilai 20 miliar dolar AS menuai gelombang penolakan.

FIFA kemudian membatalkan proposal tersebut.

Meski demikian, pernyataan terbaru UEFA menunjukkan pencabutan proposal belum mengakhiri ketegangan antara FIFA dan sejumlah federasi Eropa.

Badan tertinggi sepak bola Eropa itu menegaskan sikapnya tidak berubah hingga FIFA memenuhi tuntutan yang telah disampaikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.