Studi pada Ikan: Sel Kanker Ternyata Bisa Menular
Kamis, 06 Agu 2026, 07:10 WIB | Oleh: Haryo BronoYang sudah diketahui adalah bahwa kanker tersebut berhasil melewati penghalang yang biasanya sangat sulit ditembus: sistem kekebalan tubuh individu baru. Sel kanker harus bertahan di lingkungan tubuh yang berbeda, menghindari respons imun, kemudian berkembang menjadi tumor. Kemampuan seperti itu membuat kanker menular menjadi objek penting untuk memahami evolusi kanker.
Mengapa Kanker Biasanya Tidak Menular?
Pada manusia, kanker umumnya tidak dianggap sebagai penyakit menular. Sel kanker seseorang tidak biasanya dapat berpindah kepada orang lain dan kemudian berkembang menjadi kanker baru.
Ada pengecualian yang sangat khusus dalam dunia medis, misalnya penularan sel kanker dalam situasi transplantasi organ, tetapi kondisi tersebut berbeda dari kanker menular yang berkembang secara alami di populasi hewan. Justru karena kanker menular sangat langka, para ilmuwan tertarik mempelajari bagaimana beberapa garis kanker berhasil melewati batas antarindividu.
Penelitian pada Tasmanian devil, misalnya, menunjukkan bagaimana kanker wajah yang menular dapat menyebar melalui gigitan. Pada anjing, terdapat tumor menular yang ditularkan terutama melalui kontak seksual.
Pada sejumlah moluska, garis keturunan kanker tertentu juga dapat menyebar di antara individu. Brown bullhead memberikan kasus yang berbeda karena penyakit tersebut ditemukan pada ikan air tawar yang hidup dalam ekosistem terbuka.
Evolusi Kanker
Penemuan ini tidak hanya penting untuk memahami penyakit pada ikan. Kanker menular memberikan kesempatan unik kepada ilmuwan untuk mempelajari kanker sebagai organisme yang berevolusi. Kanker pada dasarnya merupakan populasi sel yang mengalami perubahan genetik dan kemudian mengalami seleksi.
Sel yang paling mampu bertahan dan berkembang akan menjadi lebih dominan. Pada kanker biasa, evolusi tersebut berlangsung di dalam satu tubuh. Pada kanker menular, prosesnya menjadi jauh lebih kompleks.
Garis sel kanker harus mampu bertahan bukan hanya di dalam satu individu, tetapi juga berpindah ke individu lain, menghadapi lingkungan biologis baru, dan menghindari sistem kekebalan inang berikutnya. Dengan kata lain, kanker tersebut menghadapi bentuk seleksi alam yang berbeda.
Penelitian terhadap brown bullhead karena itu dapat membantu ilmuwan memahami bagaimana kanker berevolusi, bagaimana sel kanker beradaptasi terhadap inang baru, dan kondisi apa yang memungkinkan sebuah tumor menjadi transmissible atau dapat ditularkan. Nature menyebut penemuan ini memberikan peluang untuk mempelajari asal-usul dan kondisi yang memungkinkan kanker menjadi menular.
Apakah Bisa Ancam Populasi Ikan?
Pertanyaan tersebut juga belum memiliki jawaban final. Para peneliti mengetahui bahwa melanoma telah ditemukan pada brown bullhead di Danau Memphremagog selama lebih dari satu dekade. Namun, belum jelas seberapa besar dampaknya terhadap populasi ikan dalam jangka panjang.
Jika kanker dapat berpindah antarindividu dengan efisien, penyakit tersebut secara teoritis dapat memengaruhi struktur populasi. Namun, keberadaan kanker menular tidak otomatis berarti sebuah spesies akan mengalami kepunahan.
Ada banyak faktor yang menentukan dampak suatu penyakit, termasuk tingkat penularan, tingkat kematian, kemampuan inang mengembangkan resistensi, dan kemampuan penyakit bertahan dalam populasi. Karena itu, penemuan ini lebih tepat dipandang sebagai sinyal biologis yang perlu dipantau, bukan sebagai bukti bahwa populasi brown bullhead sedang menuju kepunahan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!