Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

GERTAM Padi Resmi Diluncurkan di Gorontalo, Andalkan Teknologi PM-AAS untuk Tingkatkan Hasil Panen.

📅 Jumat, 31 Jul 2026, 15:10 WIB | Oleh:
GERTAM Padi Resmi Diluncurkan di Gorontalo, Andalkan Teknologi PM-AAS untuk Tingkatkan Hasil Panen. Doc: Antara Foto
Ket. Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mencanangkan Gerakan Tanam Serempak (GERTAM) padi dengan metode Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) secara serentak seluruh kabupaten/kota melalui virtual, dipusatkan di Desa Pilolohayanga Barat, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Kamis (30/7).

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mencanangkan Gerakan Tanam Serempak (GERTAM) padi dengan metode Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) untuk meningkatkan produktivitas padi melalui penerapan teknologi budidaya modern di Provinsi Gorontalo.

Pencanangan dilakukan secara serentak di seluruh kabupaten dan kota melalui virtual dengan pusat kegiatan di Desa Pilolohayanga Barat, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Kegiatan itu melibatkan pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta kelompok tani di berbagai wilayah.

PM-AAS merupakan sistem budidaya padi intensif berbasis teknologi tinggi yang memadukan penggunaan varietas benih unggul, pola tanam berjarak rapat, pemupukan berimbang, serta optimalisasi penggunaan alat dan mesin pertanian guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.

Gusnar Ismail di Gorontalo, Jumat, mengatakan keberhasilan penerapan PM-AAS bergantung pada pendampingan penyuluh pertanian yang dilakukan secara intensif di lapangan. Menurut dia, penyuluh harus lebih banyak mendampingi petani dibanding mengikuti kegiatan rapat sehingga setiap persoalan budidaya dapat segera diatasi.

"Penyuluh tinggal membimbing sedikit saja. Tidak perlu terlalu banyak pertemuan kemudian mengarahkan, yang penting ketemu petani di lapangan kayak begini tadi, selesai urusan," kata Gusnar.

Ia meminta penyuluh memantau seluruh fase pertumbuhan tanaman mulai dari vegetatif, generatif hingga panen. Pengamatan terhadap jumlah anakan, serta serangan hama dan penyakit dilakukan secara berkala sebagai dasar evaluasi peningkatan produktivitas.

Pemerintah Provinsi Gorontalo juga menargetkan setiap penyuluh mampu mendampingi sedikitnya 50 hektare lahan tanam. Penyuluh yang mampu melampaui target dengan produktivitas di atas 10 ton per hektare akan diberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kinerjanya.

"Demikian pula dari teman-teman distributor pupuk, semua harus mendukung ini sehingga ini benar-benar bisa berhasil. Kita targetkan Gorontalo menjadi yang terbaik dalam program ini," ujarnya.

PM-AAS merupakan teknologi budidaya padi yang dikembangkan pemerintah pada lahan seluas satu juta hektare di Indonesia. Teknologi tersebut pertama kali diperkenalkan kepada petani melalui Gelar Teknologi pada Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani Nelayan di Provinsi Gorontalo.

Pencanangan GERTAM diawali dengan penanaman pada lahan percontohan atau demplot seluas sekitar 10 hektare yang dibiayai Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Gorontalo. Demplot tersebut menjadi lokasi pembelajaran penerapan PM-AAS sejak masa tanam hingga panen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sengketa Tanah Golat Memanas, Keturunan Raja Pagi Tempuh Jalur Hukum
    Preview komentar:
    Raja Pagi Sinurat adalah anak kedua dari Raja ...
  • PLTS Didorong Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Hijau
    Preview komentar:
    Pembangunan PLTS dengan kapasitas 100 GWp ini tentu ...
  • Karawang Punya 9 Kawasan Industri, Warga Lokal Disiapkan Jadi Tenaga Kerja
    Preview komentar:
    Membaca ulasan positif mengenai komitmen Pak Bupati ini ...

Layanan Dasar Tetap Jadi Prioritas

2 jam lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Layanan Dasar Tetap Jadi Pr...
Nasional
NU Tidak Seharusnya Terjeba...
Pimpinan DPR menerima audiensi AMPB

Pimpinan DPR menerima audiensi AMPB

28 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.