Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

WiLAT Gathering 2026: Dorong Kepemimpinan Perempuan dalam ESG.

📅 Kamis, 30 Jul 2026, 17:02 WIB | Oleh:
WiLAT Gathering 2026: Dorong Kepemimpinan Perempuan dalam ESG. Doc: Koran Jakarta/M.Fachri
Ket. WiLAT Indonesia Gathering 2026 bertajuk "Beyond ESG: Ketika Perempuan Menjadi Arsitek Ekonomi Sirkular" di Jakarta, Rabu (29/7).

Perempuan memiliki peran strategis dalam mempercepat transisi menuju ekonomi hijau dan sirkular. Namun, peran tersebut hanya dapat terwujud jika prinsip kesetaraan gender menjadi bagian integral dari kebijakan, tata kelola perusahaan, serta strategi pembangunan berkelanjutan.

Pesan tersebut mengemuka dalam WiLAT Indonesia Gathering 2026 bertajuk "Beyond ESG: Ketika Perempuan Menjadi Arsitek Ekonomi Sirkular" di Jakarta,  Rabu (29/7/2026). Acara yang didukung oleh Policy+ dan ViriyaENB ini menghadirkan para pemimpin perempuan, profesional, pelaku industri, akademisi, serta organisasi pembangunan.

Diskusi tersebut menegaskan bahwa implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) tidak boleh berhenti pada aspek kepatuhan (compliance) semata. ESG harus menjadi strategi transformasi yang menempatkan manusia—terutama perempuan—sebagai penggerak utama perubahan.

Program Analyst for Women's Empowerment UN Women Indonesia, Giasinta Livia, menyoroti pentingnya integrasi perspektif gender dalam pembangunan ekonomi. Menurutnya, peningkatan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan tidak hanya menciptakan keadilan sosial. Langkah ini juga menghasilkan organisasi yang lebih inovatif, tangguh, dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan keberlanjutan.

Di sisi lain, Pakar Komunikasi Lingkungan dan Keberlanjutan, Trisia Megawati Kusuma Dewi, menjelaskan bahwa komunikasi lingkungan menjadi faktor penentu keberhasilan transformasi menuju ekonomi sirkular. Penyampaian pesan yang efektif mampu membangun kesadaran publik, mengubah perilaku, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan komunitas profesional.

Ketua WiLAT Indonesia, Nurmaria Sarosa, menegaskan bahwa perempuan harus menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi perubahan iklim dan transformasi ekonomi. "Sudah saatnya kita melihat perempuan bukan hanya sebagai penerima manfaat dari pembangunan berkelanjutan, tetapi sebagai arsitek perubahan," ujar Nurmaria.

Ia menambahkan, sektor logistik, transportasi, dan rantai pasok memiliki posisi strategis dalam mendukung target dekarbonisasi Indonesia. Oleh karena itu, peningkatan partisipasi perempuan dalam kepemimpinan sektor tersebut akan mempercepat lahirnya inovasi yang mendukung efisiensi serta pencapaian target pembangunan rendah karbon.

"Transisi menuju ekonomi sirkular tidak hanya membutuhkan investasi pada teknologi hijau, tetapi juga investasi pada manusia," tambahnya.

Melalui forum ini, WiLAT Indonesia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam menciptakan ekosistem yang mendukung kepemimpinan perempuan. Sebagai organisasi profesi perempuan di bidang logistik dan transportasi, WiLAT Indonesia secara konsisten mengembangkan lima pilar utama: Mentoring, Leadership, Empowerment, Entrepreneurship, dan Social.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemerintah Pusat Apresiasi ...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...

Presiden Prabowo Bertolak ke Jawa Tengah untuk Resmikan Stasiun Semarang Tawang

Presiden Prabowo Bertolak ke Jawa Tengah untuk Resmikan Stasiun Semarang Tawang

30 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 5
Pelaku Usaha Tunggu Kepastian BI
📅 Rabu, 29-Jul-2026
# 5
Pelaku Usaha Tunggu Kepastian BI
📅 Rabu, 29-Jul-2026
Pelaku Usaha Tunggu Kepastian BI
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.