FIFA Buka Pintu Investor, AFC dan CONCACAF Meradang: “Kami Tahu dari Media”
📅 Kamis, 30 Jul 2026, 00:10 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraKekhawatiran tersebut menyentuh inti persoalan yang kini dihadapi FIFA.
Jika investor memiliki saham dalam entitas komersial yang mengelola kompetisi FIFA, bagaimana memastikan keputusan olahraga dan regulasi tetap independen dari kepentingan finansial?
FIFA mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas komersial dan operasional organisasi.
Namun, bagi para pengkritiknya, persoalannya bukan sekadar mengenai bagaimana FIFA mendapatkan tambahan modal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Yang dipertaruhkan adalah siapa yang mengendalikan bisnis sepak bola dunia, bagaimana keuntungan dibagikan, dan sejauh mana kepentingan investor swasta dapat memengaruhi keputusan sepak bola internasional.
Dengan nilai perusahaan yang mencapai sekitar Rp330 triliun dan potensi dana investasi hingga 69,3 triliun rupiah, rencana FIFA jelas bukan proyek bisnis biasa.
Bagi Infantino, proyek ini dapat menjadi instrumen penting untuk memperbesar kekuatan finansial FIFA. Tetapi bagi UEFA, AFC, CONCACAF dan sejumlah federasi nasional, cara FIFA menjalankan proses tersebut justru telah membuka persoalan yang jauh lebih besar: transparansi, tata kelola, independensi dan masa depan sepak bola global.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!