Tabrakan dengan Sainz Buyarkan Kemenangan Piastri, Bos McLaren Angkat Bicara
📅 Selasa, 28 Jul 2026, 00:30 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraBUDAPEST – Bos McLaren Andrea Stella membela Carlos Sainz setelah insiden yang melibatkan mantan pembalap timnya itu dengan Oscar Piastri mewarnai Grand Prix Hungaria, Minggu (26/7). Meski mengakui tabrakan tersebut sangat merugikan McLaren, Stella meyakini Sainz tidak sengaja menghalangi laju Piastri.
Insiden terjadi ketika Piastri yang sedang memimpin balapan berusaha melewati Sainz—kini membela Williams, untuk melakukan lapping setelah menjalani pit stop kedua. Namun, duel Sainz dengan Fernando Alonso membuat Piastri kehilangan waktu berharga.
Kehilangan beberapa detik itu menjadi titik balik balapan. Rekan setim Piastri, Lando Norris, mampu mengambil alih posisi terdepan setelah melakukan pit stop beberapa lap kemudian dengan keunggulan waktu yang cukup. Norris akhirnya mengamankan kemenangan pertama McLaren pada musim Formula 1 tahun ini.
Nasib Piastri semakin buruk. Saat berada di posisi kedua dan McLaren berpeluang meraih finis satu-dua, pembalap asal Australia itu justru gagal finis akibat kerusakan girboks.
Andrea Stella menilai insiden tersebut dipengaruhi oleh masalah teknis pada sistem peringatan bagi pembalap yang akan disalip.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pemahaman kami, panel peringatan bendera biru tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Karena itu, hari ini lebih sulit bagi pembalap yang akan terkena lapping untuk mengetahui apa yang terjadi melalui kaca spion mereka," ujar Stella.
Ia menegaskan karakter Sainz sebagai pembalap yang sportif membuatnya yakin insiden itu bukan tindakan yang disengaja.
"Carlos adalah pembalap yang sangat adil dan profesional. Saya yakin itu sama sekali tidak disengaja. Namun tentu sangat disayangkan bagi Oscar."
Sebaiknya Anda baca juga:
Stella juga memahami luapan emosi Piastri yang kehilangan peluang meraih kemenangan.
"Sangat wajar jika seorang pembalap memimpin balapan hampir separuh lomba, lalu kehilangan posisi terdepan karena insiden dengan pembalap yang akan dilap. Dalam situasi seperti itu, emosi bisa memuncak."
Meski timnya mencoba meredam situasi, Piastri melontarkan kritik keras kepada Sainz, baik melalui radio tim maupun setelah balapan usai.
Menurutnya, Sainz terlalu agresif saat bertarung dengan Alonso yang hanya memperebutkan posisi belakang, sehingga mengorbankan perebutan kemenangan di barisan depan.
"Dia bertarung dengan Fernando untuk posisi paling belakang seolah-olah itu perebutan gelar juara dunia, dan itu membuat saya kehilangan pimpinan balapan," kata Piastri.
Piastri bahkan menyindir Sainz yang selama ini dikenal kerap mengkritik gaya membalap rival-rivalnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!