Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Demi Bebas dari Cengkeraman Impor! Mentan Amran Tantang Unesa Ciptakan Kedelai Super 6 Ton/Ha

📅 Selasa, 28 Jul 2026, 02:40 WIB | Oleh:
Demi Bebas dari Cengkeraman Impor! Mentan Amran Tantang Unesa Ciptakan Kedelai Super 6 Ton/Ha Doc: ANTARA/Harianto
Ket. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjawab pertanyaan awak media di Jakarta, Senin (28/7).

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman Sulaiman menggandeng Universitas Negeri Surabaya (Unesa) untuk meriset dan mengembangkan benih kedelai unggul berproduktivitas tinggi hingga 6 ton per hektare, Senin (27/7).

"Tidak mungkin pemerintah bekerja sendiri. Kampus harus menjadi pusat inovasi, TNI dan Polri membantu pendampingan di lapangan, sementara petani menjadi pelaku utama. Kalau semua bergerak bersama, saya optimistis swasembada kedelai bisa kita wujudkan," kata Mentan di Jakarta, Senin.

Dia menekankan hal tersebut saat audiensi terbatas dengan jajaran Unesa di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta.

Pada audiensi itu, Mentan menantang Unesa untuk menghasilkan benih kedelai unggul berproduktivitas tinggi dalam mendukung percepatan swasembada kedelai nasional.

Dengan kolaborasi riset bersama Unesa, Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan lahirnya varietas kedelai yang mampu menghasilkan 5-6 ton per hektare sehingga dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai.

Amran menegaskan, pemerintah siap mendukung penuh pengembangan benih unggul yang dihasilkan perguruan tinggi. Bahkan, apabila hasil penelitian mampu menghasilkan varietas dengan produktivitas tinggi dan terbukti di lapangan, Kementerian Pertanian siap memfasilitasi pengembangannya secara lebih luas.

"Kalau benihnya bagus dan hasilnya terbukti, kita akan dorong untuk dikembangkan secara nasional. Yang kita cari sekarang adalah inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas petani," ujar Mentan.

Mentan juga menekankan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi strategi utama untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai.

Sementara itu, Wakil Rektor IV Universitas Negeri Surabaya Dwi Cahyo Kartiko menyatakan Unesa siap mengembangkan benih kedelai unggul dengan produktivitas mencapai 5-6 ton per hektare guna mendukung swasembada nasional.

Unesa juga menyatakan kesiapan mengawal implementasi benih unggul tersebut apabila hasil penelitian terbukti berhasil sehingga dapat dimanfaatkan secara luas oleh petani di berbagai daerah.

"Kami menyampaikan kepada Pak Menteri apabila benih unggul itu berhasil dikembangkan, kami siap mengawal implementasinya," kata Dwi.

Target produktivitas 5-6 ton per hektare pada lahan seluas 56 hektare diharapkan menjadi model pengembangan kedelai nasional yang dapat direplikasi pada wilayah lain.

Dwi menjelaskan Unesa sebelumnya telah aktif mendukung berbagai program ketahanan pangan termasuk mengawal pengembangan jagung bersama Polda Jawa Timur selama tiga bulan dengan hasil positif.

Meski Fakultas Ketahanan Pangan Unesa baru berdiri pada 2025 kampus tersebut dinilai mampu memberikan pendampingan berkualitas sehingga dipercaya mendukung berbagai program strategis ketahanan pangan nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.