Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Agar Harga Jagung Murah, Bapanas Minta Pemda Bantu Ringankan Biaya Angkut

📅 Rabu, 16 Apr 2025, 10:40 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Agar Harga Jagung Murah, Bapanas Minta Pemda Bantu Ringankan Biaya Angkut Doc: Bapanas/NFA
Ket. Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan NFA I Gusti Ketut Astawa (tengah) dalam Rakor Percepatan Pengadaan Cadangan Jagung Pemerintah (CJP), di Jakarta Selasa (15/4).

JAKARTA-Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas/NFA, I Gusti Ketut Astawa mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi dan Kabupaten/Kota juga untuk memanfaatkan anggaran Biaya Tak Terduga (BTT) untuk meringankan biaya transportasi dari daerah sentra ke wilayah konsumen. Hal ini dilakukan untuk menekan harga pembelian jagung di tingkat peternak dan produsen pakan ternak. 

“Kami minta kepada para gubernur dan bupati agar bisa mengalokasikan BTT untuk membantu biaya distribusi, itu salah satu metode yang cukup jitu, berapa pun besarannya, pasti akan sangat bermanfaat bagi para petani dan pelaku usaha lainnya,” imbuh Ketut dalam Rakor Percepatan Pengadaan Cadangan Jagung Pemerintah (CJP), Selasa (15/4).

Diketahui, memasuki panen raya jagung bulan April – Mei 2025, Badan Pangan Nasional (NFA) bersama Perum Bulog dan stakeholders terkait menyatakan komitmennya untuk menyerap hasil panen petani sebagai Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). 

Ketut Astawa mengatakan penyerapan CJP akan dimaksimalkan di masa panen raya termasuk di NTB mengingat jagung merupakan salah satu komoditas strategis yang berperan penting dalam rantai pasok pangan, khususnya untuk sektor pakan ternak dan industri pangan olahan.

"Jadi tujuan kita adalah memastikan kondisi di hulu nyaman, di tengah nyaman, dan di hilir juga nyaman," ujarnya saat membuka Rakor. 

Diketahui per tanggal 14 April 2025 CJP yang ada di Perum Bulog mencapai 107 ton, dengan rincian 91 ribu ton PSO dan 16 ribu ton Komersil. Adapun rata-rata nasional harga jagung pipilan kering di tingkat petani sebesar Rp4.831/kg, masih di bawah harga acuan yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto. 

Bupati Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Syafruddin Jarot yang hadir secara langsung menyepakati bahwa kondisi ini lebih dikarenakan kurangnya kemampuan petani dalam mengolah kadar air jagung sesuai dengan standar yang dipersyaratkan sehingga belum bisa mencapai Rp5.500/kg. Menurutnya secara umum petani hanya sanggup memproduksi jagung dengan kadar air 17 persen, karena hanya mengandalkan penjemuran bukan dryer. 

"Sepulang dari sini nanti saya juga akan mendorong para petani untuk bisa memaksimalkan pengeringan jagungnya untuk menekan pertumbuhan aflatoksin, sehingga harganya punya bisa semakin mendekati rafaksi HAP," ujar Syarifuddin. 

Melalui sinergi dengan Perum Bulog, BUMN pangan, serta pelaku usaha pakan dan peternakan, NFA optimis dapat melebihi target penyerapan hingga 10% dari produksi wilayah NTB dari yang sebelumnya ditetapkan 78.000 ton. Sebagaimana diketahui perkirakan produksi jagung NTB periode ini mencapai 1,4 hingga 1,7 juta ton, khususnya dari Kabupaten Bima, Dompu, dan Sumbawa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.