Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Riset Akamai: Perdagangan Digital Berbasis AI Dibayangi Lonjakan Serangan Bot dan API

📅 Kamis, 23 Jul 2026, 19:58 WIB | Oleh:
Riset Akamai: Perdagangan Digital Berbasis AI Dibayangi Lonjakan Serangan Bot dan API Doc: Akamai
Ket. Ilustrasi perdagangan digital berbasis AI. Riset Akamai mengungkap serangan bot terhadap perdagangan digital di Asia Pasifik melonjak 63 persen pada 2025, di tengah pesatnya adopsi AI.

JAKARTA – Perkembangan perdagangan digital berbasis kecerdasan artifisial (AI) di kawasan Asia Pasifik atau APAC menghadirkan peluang sekaligus meningkatkan risiko keamanan siber. Perusahaan ritel, perjalanan, dan perhotelan yang semakin gencar menggunakan AI untuk mempersonalisasi pengalaman pelanggan kini menghadapi peningkatan serangan bot, penyalahgunaan API, hingga serangan DDoS.

Laporan keamanan State of the Internet (SOTI) terbaru dari Akamai bertajuk Securing the Agentic Storefront: Attacks on Commerce mengungkapkan, aktivitas bot yang menargetkan perusahaan perdagangan digital di Asia Pasifik meningkat 63 persen sepanjang 2025. Angka tersebut menjadi peningkatan tertinggi dibandingkan kawasan lain secara global.

Pada periode Juli hingga Desember 2025, sektor perdagangan digital juga menyumbang 38 persen dari seluruh lalu lintas bot AI yang teramati di berbagai industri di kawasan Asia Pasifik. Temuan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan perdagangan digital berbasis AI perlu diimbangi dengan strategi keamanan siber yang mampu menghadapi pola serangan yang semakin kompleks.

Perusahaan ritel di kawasan Asia Pasifik mulai mengadopsi konsep perdagangan agentik dengan memanfaatkan bot untuk memberikan pengalaman belanja yang lebih personal. Teknologi tersebut juga digunakan untuk membantu mengurangi jumlah pelanggan yang meninggalkan transaksi sebelum menyelesaikan pembelian.

Pertumbuhan chatbot juga berlangsung pesat seiring perusahaan berupaya meningkatkan kualitas interaksi dengan pelanggan. Namun, meningkatnya penggunaan otomatisasi membuat perusahaan menghadapi tantangan dalam membedakan aktivitas otomatis yang sah dengan aktivitas berbahaya.

Ancaman yang perlu diwaspadai antara lain bot berbahaya, credential stuffing, aktivitas scraping, serta penyalahgunaan API. Sektor perjalanan dan perhotelan juga menjadi sasaran yang perlu mendapat perhatian.

Menurut laporan Akamai, kedua sektor tersebut menghadapi tingkat paparan ancaman yang lebih tinggi dibandingkan kawasan lain. Kondisi ini dipengaruhi oleh ekosistem platform perjalanan yang terfragmentasi, tingginya adopsi layanan digital dan seluler, popularitas program loyalitas, serta lonjakan pemesanan pada periode liburan.

Sejumlah periode puncak seperti Tahun Baru Imlek, Golden Week, Diwali, dan libur akhir tahun menjadi momentum yang berpotensi meningkatkan volume transaksi sekaligus memperbesar permukaan serangan siber.

Risiko juga meningkat seiring semakin banyaknya API yang digunakan untuk menghubungkan berbagai sistem perdagangan digital. API kini menjadi bagian penting dalam integrasi pembayaran, program loyalitas, inventaris, logistik, hingga platform pemesanan.

Di Asia Pasifik, sektor perjalanan menyumbang 22 persen serangan web terhadap perdagangan digital. Sementara itu, API menjadi target dalam 25 persen serangan yang menyasar sektor tersebut.

Ancaman lain datang dari serangan Distributed Denial of Service (DDoS) pada lapisan aplikasi atau Layer 7. Sepanjang 2025, serangan DDoS Layer 7 terhadap bisnis perdagangan digital di kawasan Asia Pasifik meningkat 39 persen, dari 260 miliar menjadi 361 miliar kejadian.

Untuk serangan DDoS Layer 7 yang menargetkan API, sektor ritel mencatat porsi terbesar dengan 51 persen. Sektor perhotelan menyusul dengan 28 persen, sedangkan sektor perjalanan menyumbang 21 persen.

Director of Security Technology and Strategy, APJ, Akamai, Reuben Koh, mengatakan sektor perdagangan di Asia Pasifik bergerak menuju ekosistem yang semakin terotomatisasi dan memanfaatkan AI.

"Sektor perdagangan di APAC bergerak cepat menuju masa depan yang semakin terotomatisasi dan didukung AI, seiring perusahaan memanfaatkan chatbot GenAI dan berbagai layanan berbasis AI untuk menghadirkan pengalaman yang lebih personal sekaligus mengurangi hambatan dalam perjalanan pelanggan," ujar Reuben.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Tim SAR Gabungan Fokuskan P...
Megapolitan
Pemkot Tangerang Selatan Aj...
Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.