Literasi Keuangan Didorong Jadi Fondasi Keberlanjutan Bisnis, 60 Wirausaha Perempuan Ikuti Program SHEPRENEUR
📅 Kamis, 23 Jul 2026, 19:48 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA – Literasi keuangan dinilai menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlanjutan bisnis yang dikelola perempuan. Pemahaman mengenai pencatatan keuangan, pengelolaan arus kas, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, hingga perlindungan finansial menjadi bagian dari kemampuan yang perlu dimiliki pelaku usaha untuk menjaga pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.
Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam Sequis SHEPRENEUR Learning Series yang diikuti 60 wirausaha perempuan terpilih dari kategori Mompreneur, Sispreneur, dan Youthpreneur. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Sequis SHEPRENEUR yang diluncurkan pada Mei 2026 untuk mendukung pemberdayaan perempuan pelaku usaha.
Sepanjang Juli hingga Agustus 2026, rangkaian pembelajaran tersebut menghadirkan berbagai kelas dan lokakarya yang membahas manajemen bisnis, personal branding, pemanfaatan teknologi digital, hingga literasi keuangan. Materi disampaikan oleh praktisi dan profesional dari berbagai bidang.
Program tersebut dilatarbelakangi oleh besarnya peran perempuan dalam perekonomian nasional. Berdasarkan data yang dikutip Sequis Life dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) serta Kementerian Koperasi dan UKM, lebih dari 64 persen UMKM di Indonesia dikelola atau dimiliki oleh perempuan.
Di tengah kontribusi tersebut, wirausaha perempuan masih menghadapi sejumlah tantangan dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis. Salah satunya berkaitan dengan kemampuan mengelola keuangan dan manajemen usaha agar bisnis dapat bertahan serta berkembang secara berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Chief of Human Resources & Corporate Services Sequis Life, Agustina Samara atau Tina, mengatakan setiap perempuan memiliki perjalanan bisnis yang berbeda, tetapi memiliki semangat yang sama untuk terus berkembang.
"Melalui Sequis SHEPRENEUR Learning Series, kami ingin mendampingi wirausaha perempuan memperkuat kapasitas bisnis dan fondasi keuangan agar mampu membangun usaha yang lebih sehat, tangguh, dan berkelanjutan," kata Tina dalam keterangan tertulis pada hari Kamis (23/7).
Menurut dia, pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kapasitas finansial juga dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap keluarga dan lingkungan di sekitarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tina berharap para peserta dapat memanfaatkan rangkaian pembelajaran tersebut untuk memperluas wawasan, aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta membangun kolaborasi dan menemukan peluang baru untuk mengembangkan usaha.
Sesi pembelajaran perdana dibuka dengan materi bertajuk "Check Your Business Health" yang disampaikan praktisi pengembangan usaha Lishia Erza Budiman. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami bahwa kesehatan bisnis tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya pendapatan atau omzet.
Lishia menekankan pentingnya kemampuan pelaku usaha dalam mencatat dan mengelola kondisi keuangan bisnis sebagai dasar untuk mengambil keputusan.
"Besarnya omzet bukan satu-satunya indikator bisnis berlangsung dengan sehat. Wirausaha perempuan juga perlu memahami kondisi usahanya melalui pencatatan, pengelolaan arus kas, dan pemanfaatan aset untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang," ujar Lishia.
Menurut dia, aset bisnis juga tidak terbatas pada uang dan barang. Pelanggan, reputasi merek, keahlian, serta jaringan mitra merupakan aset tidak berwujud yang dapat menjadi modal penting bagi pertumbuhan usaha.
Materi selanjutnya membahas perencanaan keuangan melalui sesi "Financial Planning for You and Your Family to Support a Sustainable Business". Sesi tersebut disampaikan Agency Development Manager Sequis Life Christle Honora Emilia Monaliza, M.M., QWP., CFP., atau Chika.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!