Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Buat Kemacetan Parah di Cakung, Dishub DKI Panggil 19 Depo Peti Kemas

📅 Kamis, 23 Jul 2026, 11:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Buat Kemacetan Parah di Cakung, Dishub DKI Panggil 19 Depo Peti Kemas Doc: ANTARA
Ket. Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan simpang kolong Cakung untuk mencegah kemacetan panjang, Rabu (22/7/2026).

JAKARTA – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memanggil sekitar 19 pengelola depo peti kemas di kawasan Jakarta Timur dan Utara sebagai langkah menindaklanjuti kemacetan parah di Simpang Kolong Cakung.

"Iya, jadi hari ini kita akan panggil seluruh depo yang ada di sekitar sini. Ini jumlahnya ada 19. Di Jakarta Timur ada tujuh, di Utara ada 12. Kita akan rapatkan dengan para depo itu semua," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, di Jakarta, Kamis (23/7).

Rapat koordinasi dilakukan untuk mencari solusi bersama agar antrean truk kontainer menuju depo tidak lagi membuat kemacetan panjang di sekitar.

Menurut Budi, kemacetan disebabkan lonjakan peti kemas impor yang tidak sebanding dengan arus ekspor.

"Peti kemas yang datang banyak, sedangkan yang diangkut kurang. Sehingga itu jadi penumpukan. Dan ini sudah overload (kelebihan muatan), sehingga ditaruh di depo-depo yang ada saat ini," jelas Budi.

Selain itu, truk-truk pengangkut juga terus berdatangan untuk mengantar maupun mengambil peti kemas kosong.

"Nah, di satu sisi para truk ini juga ingin masuk membawa peti kemas yang kosong. Akhirnya menumpuklah di situ," ucap Budi.

Sebagai salah satu solusi, Dishub DKI akan meminta pengelola terminal peti kemas untuk meningkatkan kapasitas penumpukan peti kemas agar penumpukan tidak kembali terjadi.

"Ini yang kami juga akan meminta ke depannya agar batas kapasitasnya bisa ditingkatkan. Seperti itu. Kalau memang saat ini kan 65 persen, bisa 75 atau 85 persen Sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi," ujar Budi.

Adapun Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup sementara putaran Cakung di kawasan Cakung-Cilincing untuk mengurangi kepadatan arus kendaraan, khususnya antrean truk kontainer.

Budi menyebut, pihaknya mengalihkan arus kendaraan menuju kawasan Terminal Tanah Merdeka, yang dinilai lebih memadai sebagai tempat menunggu dibandingkan antre di badan jalan.

Terminal Tanah Merdeka memiliki kapasitas yang cukup besar dan mampu menampung sekitar 200 truk kontainer.

Para pengemudi dapat beristirahat maupun menunggu hingga kondisi lalu lintas kembali normal atau sampai waktu yang tepat untuk melanjutkan perjalanan.

Budi mengimbau, truk kontainer yang hendak melakukan putar arah agar mengikuti pengalihan yang telah disiapkan petugas menuju putaran lain maupun ke Terminal Tanah Merdeka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pertahanan Laut Indonesia Diperkuat Kapal Garibaldi

18 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Pertahanan Laut Indonesia D...
Daerah
Perubahan Iklim Juga Melahi...
Nasional
KPK Geledah Sejumlah Ruanga...

Perundungan dan Kekerasan Anak Terus Diupayakan untuk Ditekan

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perundungan dan Kekerasan A...

Pelajar Ramaikan Festival Budaya di Nagan Raya

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelajar Ramaikan Festival B...

Tugas Berat di Pundak Kaur Bengkulu Harus Kejar 7.000 Peserta

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tugas Berat di Pundak Kaur ...
Daerah
Gairahkan Penumpang, Pelni ...
Olahraga
Winger Chelsea Alejandro Ga...

Pemprov DKI Bangun Kembali SDN Kebayoran Lama Selatan 09

57 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Pemprov DKI Bangun Kembali ...
Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Campur Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Campur Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

22 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.