Pemprov Kaltara Usulkan Percepatan Pembangunan Jalan Perbatasan Krayan ke Kementerian PU
📅 Rabu, 22 Jul 2026, 06:05 WIB | Oleh: AlfredTANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) memastikan penanganan infrastruktur jalan di perbatasan terus dilakukan dan dipercepat.
“Kegiatan pembangunan di wilayah perbatasan, misalnya di Krayan, Kabupaten Nunukan itu sudah diproses. Bahkan penanganan telah dilakukan secara bertahap sejak beberapa tahun terakhir,” ujar Kepala DPUPR-Perkim Kaltara Helmi, di Tanjung Selor, Kaltara, Selasa.
Helmi menyebutkan di tahun 2025, DPUPR-Perkim Kaltara telah memprogramkan beberapa kegiatan pembangunan jalan di perbatasan khususnya Kecamatan Krayan Selatan dan Induk dengan total kurang lebih Rp30 miliar melalui Dana Alokasi Umum (DAU) bidang infrastruktur senilai Rp160 miliar dan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp40 miliar.
“Namun karena ada pemotongan anggaran oleh pemerintah pusat, sehingga kegiatan tersebut tidak bisa terlaksana,” katanya.
Pemprov setempat, ujarnya menegaskan, tidak tinggal diam dan terus memperjuangkan untuk mencari pendanaan lainnya agar bisa membangun infrastruktur di perbatasan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat audiensi gubernur seluruh Indonesia dengan Menteri Keuangan (Menkeu) di Jakarta pada tahun 2025 lalu, katanya lagi, Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang berhasil meyakinkan Menkeu Purbaya, sehingga wilayah Krayan mendapatkan suntikan dana Rp150 miliar.
Semua anggaran sebesar Rp150 miliar tersebut, kata Helmi, diarahkan ke jalan lingkar Krayan, secara bertahap dianggarkan Rp50 miliar tiap tahunnya melalui Inpres Jalan Daerah (IJD) yang pelaksanaan dan pembiayaannya oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kaltara (Kementerian PU).
“Pada tahun 2025 dilakukan kontrak tahun jamak (multiyears) 2025/2026. Anggaran tersebut tidak masuk dalam batang tubuh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kaltara,” katanya lagi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih lanjut Helmi menjelaskan, di BPJN penanganan jalan tersebut harus sampai aspal. Harapan Pemprov Kaltara, kata Helmi, jalan tersebut sementara dilakukan perkerasan saja agar dapat fungsional dan jangkauan perbaikan atau pembangunan jalannya bisa lebih panjang.
Karena, jika berkaca seperti yang dikerjakan tahun 2025 dengan anggaran tahun jamak sebesar Rp50 miliar itu hanya mampu menyelesaikan sekitar tiga kilometer.
"Kami dari PU sudah berulang kali menyampaikan kalau bisa fokus fungsional saja dulu. Jadi bukan target harus aspal, tapi cukup sampai perkerasan saja dulu agar jalan yang tertangani bisa panjang," ujarnya.
Helmi mengatakan bahwa pihaknya sudah bersurat ke Kementerian PU untuk meminta waktu bertemu membahas permasalahan jalan di wilayah perbatasan Kaltara ini.
"Insya Allah Kamis (23/7) nanti kami akan ke Kementerian PU untuk membahas itu, bahwa masyarakat di Krayan pada khususnya dan masyarakat perbatasan pada umumnya, itu berharap konstruksi jalan di perbatasan itu cukup sampai perkerasan saja dulu," katanya.
Kadis PU Kaltara meyakini anggaran Rp150 miliar yang dijanjikan Menkeu Purbaya untuk penanganan jalan di Krayan itu sudah cukup untuk membantu walaupun dengan permukaan perkerasan agregat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!