Bukan Sekadar Formalitas, Kodam Palaka Wira Kerahkan Pasukan Hadapi Ancaman Karhutla Sulteng
📅 Kamis, 22 Okt 2026, 17:15 WIB | Oleh: AlfredPALU - Kodam XXIII/Palaka Wira meningkatkan kesiapsiagaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sulawesi Tengah melalui latihan terpadu tingkat provinsi Tahun Anggaran 2026 untuk menguji kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi lintas instansi.
“Latihan ini bukan sekadar kegiatan rutin atau formalitas, melainkan sarana untuk menguji kesiapan personel, materiil, peralatan, sistem komando dan pengendalian, serta mekanisme koordinasi antarsatuan dan antarinstansi,” kata Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar melalui Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Suntara Wisnu Budi Hidayanta di Palu, Kamis (22/10).
Ia mengatakan kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan operasional satuan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Latihan terpadu kesiapsiagaan penanganan karhutla tersebut dilaksanakan di Lapangan Mayonif 711/Raksatama, Kota Palu.
Danrem mengatakan karhutla dapat menimbulkan dampak serius terhadap keselamatan masyarakat, kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan akibat asap, serta terganggunya aktivitas sosial dan perekonomian.
Oleh karena itu, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika kebakaran terjadi, tetapi juga memerlukan upaya pencegahan, deteksi dini, kesiapsiagaan personel dan peralatan, serta respons yang cepat dan tepat.
Ia menegaskan latihan tersebut merupakan langkah strategis untuk menguji kesiapan satuan sekaligus meningkatkan profesionalisme prajurit agar mampu melaksanakan tugas penanggulangan bencana secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Latihan itu mengusung tema “Kodam XXIII/Palaka Wira Beserta Jajarannya Melaksanakan Tugas Penanggulangan Bencana Alam Kebakaran Hutan dan Lahan dalam Rangka Operasi Militer Selain Perang (OMSP)”.
Ia juga menekankan kepada seluruh peserta untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalisme, mengutamakan faktor keamanan, memperkuat sinergi dan koordinasi lintas instansi, memelihara kesiapan personel dan materiil, serta melaksanakan evaluasi secara objektif sebagai bahan perbaikan pelaksanaan tugas ke depan.
Menurut dia, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, Manggala Agni, dunia usaha, relawan, hingga masyarakat.
Sinergi tersebut diperlukan untuk memperkuat pencegahan, mempercepat penanganan di lapangan, serta meminimalkan dampak kebakaran terhadap masyarakat dan lingkungan.
"Seluruh peserta diharapkan memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, menguasai prosedur penanganan karhutla, serta mampu membangun pola tindakan yang terintegrasi," ujarnya.
Ia mengatakan latihan terpadu ini menjadi bagian dari komitmen Kodam XXIII/Palaka Wira dalam mendukung pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan dan efektivitas penanggulangan bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan di Sulawesi Tengah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!