Inovasi Energi Berbasis Kerakyatan Bakal Tekan Penggunaan Bahan Bakar Fosil
📅 Kamis, 16 Jul 2026, 01:05 WIB | Oleh: Tim RedaksiInvestor saat ini belum melirik pembangkit listrik energi terbarukan seperti tenaga surya, karena biaya investasi yang dianggap relatif masih tinggi. Selain itu ekosistem regulasi di Indonesia, kata Iqbal, masih relatif mendukung industri batu bara.
Hal itu terlihat pada kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) yang menjamin sebagian produksi batu bara diserap untuk kebutuhan dalam negeri yang masih memberikan kepastian pasar bagi batu bara.
Berdasarkan data yang diperoleh Greenpeace, pembiayaan dari bank-bank nasional kepada industri batu bara di Indonesia mencapai sekitar 7,2 miliar dollar Amerika Serikat (AS). Pendanaan tersebut mencakup sektor pertambangan maupun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Hal ini menunjukkan bahwa minat perbankan terhadap industri batu bara masih cukup besar.
“Faktor-faktor seperti ini membuat industri batu bara masih dipandang menarik dari sisi pembiayaan,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!