Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sekolah dan Pendidikan Jadi Tempat Memutus Rantai Kemiskinan, Mampukah?

📅 Rabu, 15 Jul 2026, 19:14 WIB | Oleh:


Masa depan

Bantuan pendidikan sesungguhnya bukan hanya berbicara mengenai sekolah hari ini, tetapi juga tentang kualitas sumber daya manusia pada masa depan. Setiap anak yang berhasil menyelesaikan pendidikan memiliki peluang lebih besar memperoleh pekerjaan yang layak, meningkatkan kesejahteraan keluarga, sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Surabaya tampaknya menyadari hubungan tersebut. Program bantuan bagi pelajar sekolah menengah dihubungkan dengan kebijakan yang lebih luas, yakni bantuan biaya perkuliahan melalui program "Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana". Artinya, pemerintah tidak hanya berupaya menjaga anak tetap bersekolah hingga lulus SMA, tetapi juga membuka jalan agar mereka dapat melanjutkan ke perguruan tinggi.

Pendekatan berkelanjutan seperti ini layak diapresiasi karena kemiskinan tidak dapat diputus hanya melalui bantuan jangka pendek. Hal yang dibutuhkan adalah ekosistem pendidikan yang memastikan anak dari keluarga miskin dapat terus belajar dari jenjang menengah hingga pendidikan tinggi.

Tantangan berikutnya adalah menjaga kualitas program di tengah meningkatnya jumlah penerima manfaat. Pendataan harus terus diperbarui, pengawasan diperkuat, serta evaluasi dilakukan secara berkala agar bantuan benar-benar menjangkau mereka yang paling membutuhkan.

Kolaborasi juga perlu diperluas. Dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, hingga komunitas lokal dapat menjadi mitra pemerintah dalam memperkuat akses pendidikan. Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang manfaatnya akan kembali kepada masyarakat itu sendiri.

Ke depan, indikator keberhasilan program bantuan pendidikan tidak cukup diukur dari banyaknya paket seragam yang dibagikan atau jumlah penerima bantuan. Ukuran yang lebih penting ialah menurunnya angka putus sekolah, meningkatnya angka partisipasi pendidikan menengah, bertambahnya lulusan yang melanjutkan ke perguruan tinggi, serta membaiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Surabaya.

Pendidikan selalu menjadi jalan paling damai untuk memutus rantai kemiskinan. Bantuan yang diberikan hari ini mungkin hanya berupa seragam, sepatu, atau biaya sekolah, tetapi di balik itu tersimpan peluang yang jauh lebih besar. Kesempatan belajar yang tetap terbuka akan melahirkan generasi yang lebih percaya diri, lebih berdaya saing, dan lebih siap membangun kota.

Ketika bantuan pendidikan benar-benar tepat sasaran, yang sedang dibangun bukan sekadar ruang kelas yang tetap terisi. Namun, yang sedang dipersiapkan adalah masa depan yang lebih adil, saat cita-cita seorang anak tidak lagi ditentukan oleh tebal tipisnya dompet orang tuanya, melainkan oleh semangat belajar dan kesempatan yang diberikan kepadanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Viral! Petisi Keluarkan Argentina dari Piala Dunia Capai 10 Juta Tanda Tangan

Viral! Petisi Keluarkan Argentina dari Piala Dunia Capai 10 Juta Tanda Tangan

15 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.