Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Kirim Pesan Persatuan Sebelum Laga Hidup-Mati Kontra Prancis
📅 Rabu, 15 Jul 2026, 00:10 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraDALLAS, TEXAS – Penyerang muda Spanyol Lamine Yamal menyampaikan pesan kuat menjelang laga semifinal Piala Dunia melawan Prancis. Di tengah sorotan sebagai salah satu bintang muda terbesar sepak bola dunia, Yamal menegaskan bahwa sepak bola seharusnya menjadi alat pemersatu, bukan ruang untuk memperuncing perbedaan.
Pemain yang baru merayakan ulang tahun ke-19 pada Senin itu mendapat pertanyaan mengenai pernyataan kontroversial mantan Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy, yang menyebut Prancis sebagai tim hebat tetapi "tidak memiliki pemain Prancis".
Lamine, yang merupakan putra ayah berdarah Maroko dan ibu keturunan Guinea Khatulistiwa, memilih merespons dengan menekankan pentingnya keberagaman dalam sepak bola.
"Besok kami akan memainkan pertandingan yang luar biasa. Namun, jika sepak bola memiliki tujuan, maka tujuan itu adalah menyatukan orang-orang," ujar Lamine.
"Prancis dan Spanyol adalah contoh keberhasilan integrasi. Itulah arti sepak bola, yaitu integrasi. Saya tidak ingin membahas apa yang dikatakan orang lain."
Sebaiknya Anda baca juga:
Jawaban tersebut menunjukkan kedewasaan pemain yang meski masih berusia belia telah menjadi tumpuan Spanyol di Piala Dunia.
Di luar pembahasan sepak bola, Lamine juga ditanya mengenai adiknya yang baru berusia tiga tahun, Keyne, yang tanpa sengaja mencuri perhatian publik berkat tingkah lucunya di depan kamera selama turnamen berlangsung.
Lamine mengaku senang melihat adiknya menjadi kesayangan para pendukung. "Adik saya tidak menyadari semua ini. Dia hanya bertingkah seperti saat di rumah. Ketika kamera menyorotnya, dia mulai usil. Saya senang orang-orang menyukainya. Lucu melihatnya tampil di layar televisi."
Sebaiknya Anda baca juga:
Lamine juga menjadi sorotan saat menghadiri konferensi pers dengan mengenakan kalung berlian mencolok, yang diakuinya sebagai hadiah ulang tahun untuk dirinya sendiri.
Namun, kemewahan itu tidak mengalihkan fokusnya dari pertandingan yang ia sebut sebagai laga terbesar dalam kariernya.
Meski baru mencetak satu gol sepanjang turnamen, Yamal mengaku tidak terbebani oleh statistik pribadi.
"Setiap turnamen berbeda. Saya tidak khawatir baru mencetak satu gol di Piala Dunia karena yang terpenting adalah kami terus menang."
Ia menilai keberhasilan tim jauh lebih penting dibanding pencapaian individu.
"Saya pernah melihat Spanyol tersingkir di Piala Dunia, sedangkan kali ini itu belum terjadi. Saya berharap kami terus melaju sehingga saya memiliki lebih banyak kesempatan untuk mencetak gol."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!