600 Hari Tanpa Kabar: Misteri Pakar Pendeteksi Uji Ledakan Nuklir AS yang Ditahan Tiongkok
📅 Rabu, 15 Jul 2026, 15:50 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S“Youlin tidak pernah memegang izin keamanan pemerintah AS dan anggapan bahwa dia terlibat dalam spionase adalah salah dan tidak sesuai dengan sifat publik dan kolaboratif dari pekerjaan yang telah dia lakukan,” kata Rong.
Kekhawatiran keluarga semakin besar karena Chen diketahui memiliki sejumlah masalah kesehatan. Menurut profil James Foley Foundation, ia menderita diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi.
Sebagian penelitian Chen memang pernah mendapat pendanaan dari militer AS dan Departemen Luar Negeri. Ia juga menulis penelitian mengenai penggunaan data dari berbagai wilayah Asia, termasuk Tiongkok, untuk meningkatkan metode pemantauan uji coba nuklir dan memperkirakan kekuatan ledakan.
Namun, keluarga menegaskan bahwa pekerjaan tersebut bersifat ilmiah, terbuka, dan kolaboratif, bukan kegiatan spionase.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hingga kini, Global Reach belum menjelaskan alasan Chen berada di Tiongkok ketika ditangkap maupun mengungkap secara terperinci bagaimana penahanannya terjadi. Ketidakjelasan itu semakin menambah misteri yang menyelimuti kasus tersebut.
Departemen Luar Negeri AS kini kembali meningkatkan tekanan terhadap Beijing. Washington menegaskan telah menyampaikan kasus Chen secara langsung kepada para pejabat Tiongkok dan menyerukan pembebasannya segera.
Namun, hingga kasus ini akhirnya terungkap ke publik, Chen masih berada dalam tahanan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih dari 600 hari telah berlalu tanpa komunikasi langsung dengan keluarganya. Permintaan seorang presiden kepada presiden lainnya pun sejauh ini belum membuahkan hasil.
Kini, menjelang rencana kunjungan Xi Jinping ke Washington pada September, nasib seorang ilmuwan yang memahami cara mendeteksi ledakan nuklir tersembunyi itu berpotensi menjadi persoalan baru dalam hubungan dua kekuatan terbesar dunia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!