Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sampaikan Sekolah sebagai Rumah Kedua dalam Masa Pengenalan

📅 Selasa, 14 Jul 2026, 01:05 WIB | Oleh:
Sampaikan Sekolah sebagai Rumah Kedua dalam Masa Pengenalan Doc: ANTARA/Hana Dewi Kinarina Kaban
Ket. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat berinteraksi dengan para murid baru kelas 7 yang mengikuti hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SMPN 57, Jakarta Pusat pada Senin (13/7).

JAKARTA – Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) harus dimanfaatkan sebagai upaya memperkenalkan sekolah sebagai rumah kedua bagi anak-anak. “MPLS tidak hanya sekadar pengenalan lingkungan, melainkan momentum membangun sekolah menjadi rumah kedua bagi anak untuk bertumbuh dan berkembang,” tandas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jakarta, Nahdiana, Senin (13/7).

Tak hanya itu, kegiatan ini juga untuk mengajarkan anak menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, serta menciptakan pengalaman belajar pertama yang positif bagi setiap murid. Hal ini sudah ada dalam Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.

“Tidak ada lagi ruang hampa yang akan berpotensi menimbulkan praktik perpeloncoan ataupun bentuk kekerasan. Sekolah harus menjadi rumah kedua yang membuat setiap anak merasa diterima, dihargai, bertumbuh dan berkembang secara optimal,” ujar Nahdiana dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Untuk itu, Dinas Pendidikan Provinsi Jakarta pun telah memulai pelaksanaan MPLS Ramah Tahun 2026 di SMKN 57 Jakarta. Sebagai bagian dari MPLS Ramah, Dinas Pendidikan melaksanakan deklarasi: Deklarasi Jaga Sekolah Aman dan Nyaman serta Deklarasi Jaga Sekolah Bersih (Pilih, Pilah, Pulihkan). Ini sebagai komitmen bersama mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, bersih, dan berkelanjutan.

“Dalam semangat MPLS Ramah, hari pertama sekolah harus menjadi awal yang menyenangkan, aman, dan bermakna,” tutur Nahdiana. Deklarasi Jaga Sekolah Aman dan Nyaman merupakan implementasi Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Melalui deklarasi ini, seluruh warga sekolah berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan, perundungan, diskriminasi, serta berbagai tindakan yang mengancam keselamatan dan kenyamanan peserta didik. Komitmen tersebut diperkuat melalui Layanan Informasi/Call Center Pengaduan mulai 13 Juli 2026 ke nomor 0813-9595-320.

Sementara itu, Deklarasi Jaga Sekolah Bersih (Pilih, Pilah, Pulihkan) adalah implementasi Instruksi Gubernur Provinsi Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber. Dinas Pendidikan meluncurkan Jaga dan Olah Sampah Sekolah (JOSS) yang merupakan Sistem Pelaporan Reduksi Sampah untuk memantau pelaksanaan pengurangan dan pengelolaan sampah di seluruh satuan pendidikan.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan dari para kolaborator, penampilan fesyen berbahan daur ulang, serta pengukuhan Satgas Pilah Sampah melalui penyematan rompi secara simbolis. Melalui MPLS Ramah Tahun 2026, Dinas Pendidikan berharap peserta didik tidak hanya memperoleh pengalaman pertama yang menyenangkan di lingkungan sekolah, tetapi juga mulai membangun budaya saling menghargai.

Perundungan

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, mengingatkan, pengenalan sekolah tak boleh ada perundungan. “MPLS tak boleh ada perundungan,” ujarnya.Dia mengatakan ini saat meninjau pelaksanaan Hari Pertama Sekolah (HPS) dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMK Negeri 57, Taman Margasatwa Raya, Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu.

Syafrin berkomitmen memastikan seluruh peserta didik baru dapat mengikuti MPLS dalam suasana yang positif, tanpa adanya kekerasan, perundungan (bullying), perpeloncoan, maupun diskriminasi. Hal ini sejalan dengan visi mewujudkan sekolah yang nyaman sebagai ruang tumbuh bagi peserta didik.

Kemarin adalah awal dari sebuah petualangan baru, langkah pertama untuk mengenal lingkungan sekolah. “Manfaatkan untuk menjalin pertemanan, mengembangkan potensi diri, serta membentuk karakter sebagai generasi penerus Jakarta dan Indonesia,” ujarnya, Senin (13/7).

Syafrin menjelaskan, awal tahun ajaran baru bukan sekadar pergantian kalender akademik, melainkan momentum penting untuk membangun semangat, harapan, dan pengalaman belajar yang akan membekas sepanjang perjalanan pendidikan setiap murid. Ia berharap, para peserta didik dapat memahami bahwa lingkungan sekolah merupakan tempat untuk membangun karakter yang disiplin, berintegritas, serta mampu menjalin hubungan yang baik dengan sesama. Selain itu, semangat belajar juga diharapkan semakin tumbuh sejak hari pertama sekolah.

“Bagi kita semua, awal tahun ajaran baru bukan sekadar seremonial pergantian kalender akademik. Ini adalah momentum krusial untuk membangun semangat, harapan, dan pengalaman belajar yang akan membekas sepanjang perjalanan hidup setiap murid,” terangnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Kejati Sumbar Bantah Telah ...
Nasional
Polda Metro Jaya Minta Imig...

Andoni Iraola Bertekad Bangun Liverpool

36 menit yang lalu | Sriyono

Olahraga
Andoni Iraola Bertekad Bang...
Megapolitan
Hari Pertama Sekolah Tergan...
Daerah
Pemberdayaan Petani Padi Me...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.