Alibaba Siapkan Fase Baru Pengembangan AI Lewat Model Terbaru dan Ekspansi Cloud
📅 Minggu, 12 Jul 2026, 21:52 WIB | Oleh: Haryo BronoAlibaba turut memperluas pemanfaatan AI melalui pengembangan ekosistem Qwen. Pada Januari 2026, perusahaan memperbarui Qwen App, asisten AI yang mengintegrasikan berbagai layanan seperti Taobao, Alipay, Fliggy, dan Amap ke dalam satu antarmuka percakapan. Integrasi tersebut memungkinkan pengguna mengakses layanan belanja, pembayaran, perjalanan, hingga navigasi melalui satu aplikasi.
Di ajang Mobile World Congress (MWC) Barcelona 2026, Alibaba juga memperkenalkan Qwen Glasses, perangkat pintar berbasis AI yang mendukung penerjemahan bahasa secara langsung, perekaman video HD, transkripsi, identifikasi visual, hingga pembayaran digital.
Pada Maret lalu, Alibaba turut meluncurkan Wukong Platform, platform AI berbasis agen (agentic platform) yang dirancang untuk membantu perusahaan mengotomatisasi berbagai alur kerja yang kompleks.
Ekspansi Infrastruktur Global
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk mendukung pengembangan AI, Alibaba memperluas jaringan pusat data melalui investasi infrastruktur senilai 53 miliar dollar AS. Ekspansi dilakukan ini dengan membuka pusat data baru di Jepang, Malaysia, Prancis, dan Meksiko, sehingga memperkuat jangkauan layanan cloud perusahaan di berbagai kawasan.
Menurut Alibaba, infrastruktur tersebut dirancang dengan memperhatikan aspek keamanan siber, privasi, dan kedaulatan data agar memenuhi regulasi di masing-masing negara.
AI untuk Kesehatan dan Pertanian
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain memperkuat teknologi inti, Alibaba juga memperluas penerapan AI di sektor kesehatan dan pertanian. Melalui Alibaba DAMO Academy, perusahaan mengembangkan dua alat skrining berbasis AI, yakni MAOSS untuk deteksi dini penyakit perlemakan hati (fatty liver disease) serta COCA untuk skrining kanker usus besar (colorectal cancer). Kedua sistem tersebut diklaim memiliki tingkat akurasi diagnosis yang tinggi.
Di sektor pertanian, Alibaba bekerja sama dengan Muyuan Group, perusahaan peternakan asal Tiongkok, untuk mengembangkan model AI berbasis Qwen LLM guna meningkatkan efisiensi operasional peternakan babi.
Teknologi tersebut dimanfaatkan untuk mengoptimalkan nutrisi pakan, meningkatkan kualitas bibit ternak, hingga mendukung pengelolaan peternakan secara lebih efisien. Alibaba menyatakan berbagai langkah yang dilakukan sepanjang paruh pertama 2026 merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperluas penerapan AI di berbagai industri.
Perusahaan menargetkan momentum tersebut dapat menjadi landasan bagi percepatan inovasi, ekspansi global, serta pertumbuhan bisnis berbasis AI pada paruh kedua 2026.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!