Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kesenjangan AI Hambat Transformasi UMKM Nasional

📅 Jumat, 10 Jul 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kesenjangan AI Hambat Transformasi UMKM Nasional Doc: afp
Ket. Ekspansi Usaha - Mayoritas UMKM Masih Gagap AI

JAKARTA – Pemerintah mengungkapkan lebih dari 90 persen pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia belum memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) secara optimal dalam menjalankan usahanya. Padahal, tingkat adopsi AI di Indonesia secara umum telah mencapai 92 persen.

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman mengatakan kesenjangan tersebut perlu diatasi melalui intervensi pemerintah dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar pelaku UMKM dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing usaha. "Hampir tidak mungkin kita mengurusi puluhan juta usaha mikro, kecil, dan menengah di Tanah Air dengan pola dan metode konvensional. Kita harus hadir untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi," ujarnya saat membuka forum National Policy Convening Indonesia: Charting the Blueprint for AI-Inclusive Indonesia di Jakarta, Rabu (8/7).

Menurut dia, pemanfaatan AI menjadi salah satu strategi untuk mempercepat transformasi digital UMKM sekaligus mendukung visi pemerintah dalam mewujudkan keadilan ekonomi dan sosial melalui pemerataan akses teknologi. “AI tidak lagi menjadi teknologi masa depan, tetapi telah menjadi kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing,” ujar dia.

Untuk mendukung upaya tersebut, dia menyebut Kementerian UMKM tengah mengembangkan platform Sapa UMKM yang akan menjadi basis data tunggal sekaligus aplikasi pelayanan publik bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Melalui platform tersebut, berbagai program pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), kemitraan usaha, hilirisasi, formalisasi usaha, hingga layanan pelatihan, pembiayaan, dan pemasaran akan diintegrasikan dalam satu ekosistem digital.

Integrasi tersebut diharapkan dapat membuat pelayanan kepada pengusaha UMKM semakin tepat sasaran, mudah diakses, dan mampu menjangkau pelaku usaha di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, Kementerian UMKM juga telah mengumumkan kebijakan diskon biaya layanan marketplace sebesar 50 persen bagi pelaku usaha mikro dan kecil yang terdaftar dalam sistem SAPA UMKM sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing usaha.

Maman menambahkan pemerintah juga menggandeng perguruan tinggi untuk mengembangkan inkubator bisnis yang nantinya akan terintegrasi dengan Sapa UMKM guna memperluas pendampingan dan pemanfaatan teknologi bagi pelaku UMKM.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Advertisement
Trump Desak Zelensky Mundur di Tengah Serangan Russia yang Tewaskan 21 Orang

Trump Desak Zelensky Mundur di Tengah Serangan Russia yang Tewaskan 21 Orang

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.