Pasar Modal Disorot Negatif S&P dan MSCI, Masih Ada 6 Perusahaan Rela Antre IPO

Rabu, 08 Jul 2026, 15:55 WIB

JAKARTA – Ramainya perusahaan yang tetap mengantre untuk melakukan initial public offering (IPO) di tengah sorotan S&P Dow Jones dan MSCI menunjukkan bahwa minat emiten terhadap pendanaan melalui pasar modal masih terjaga.

Namun, dinamika tersebut juga menjadi ujian bagi daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor global. Percepatan reformasi, peningkatan likuiditas, serta penguatan tata kelola pasar akan menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor dan memastikan aktivitas penghimpunan dana melalui IPO tetap berlangsung secara berkelanjutan meskipun sentimen eksternal masih menantang.

Ket. Foto: Ilustrasi-Karyawan berjalan dengan latar belakang layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. — Sumber: ANTARA FOTO/ Aprillio Akbar

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat enam perusahaan berada dalam pipeline (antrean) akan melangsungkan Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia, per 8 Juli 2026.

Adanya enam antrean itu seiring meningkatnya antusiasme pasar, tercermin dari adanya aksi IPO sebanyak enam perusahaan selama pekan ini.

"Hingga saat ini, terdapat enam perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin di Jakarta, Rabu (8/7).

Dari enam perusahaan dalam antrean IPO, Saidu mengungkapkan sebanyak tiga perusahaan beraset skala besar di atas Rp250 miliar, satu perusahaan beraset skala menengah antara Rp50 miliar sampai Rp250 miliar, serta dua perusahaan beraset skala kecil di bawah Rp50 miliar.

Adapun, klasifikasi skala aset perusahaan tersebut merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.

Dari sisi sektor delapan perusahaan antrean IPO, Nyoman merincikan sebanyak dua perusahaan sektor kesehatan, dua perusahaan sektor barang konsumen non primer, satu perusahaan sektor barang konsumen primer, dan satu perusahaan sektor barang baku.

Sampai 8 Juli 2026, telah terdapat lima perusahaan yang melangsungkan IPO dengan dana dihimpun total senilai Rp1,67 triliun, sehingga total perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia tercatat sebanyak 961 perusahaan sampai saat ini

Sementara itu, BEI mencatat penerbitan sebanyak 93 emisi dari 52 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dengan dana yang dihimpun senilai Rp94,45 triliun hingga 8 Juli 2026.

Sampai periode tersebut, Saidu mengungkapkan terdapat 28 emisi dari 21 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline (antrean) untuk menerbitkan emisi EBUS, yang terdiri dari berbagai sektor.

Sementara itu, untuk aksi rights issue (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu/HMETD), telah terdapat empat perusahaan yang telah melangsungkan aksi rights issue dengan total nilai Rp3,89 triliun sampai 8 Juli 2026

Dalam antrean right issue, terdapat satu perusahaan yang akan melangsungkan aksi rights issue, yang terdiri dari sektor teknologi.

Seperti diketahui, melalui pengumuman S&P Dow Jones Indices Country Classification 2026/2027 Watchlist, Rabu (8/7) pagi, Indonesia dimasukkan ke dalam daftar pantau untuk kemungkinan turun status dari emerging market menjadi frontier market.

Perusahaan penyedia indeks global tersebut menyoroti isu transparansi pasar sebagai salah satu alasan utama, seiring dengan perhatian yang sebelumnya disampaikan MSCI.

Apabila berbagai persoalan tersebut tidak kunjung terselesaikan, status pasar Indonesia berpotensi dievaluasi pada tinjauan berikutnya.

Sebelumnya, dalam rilis MSCI 2026 Market Classification Review pada Rabu (24/6) pagi, MSCI menyampaikan berbagai ulasan terhadap pasar modal di berbagai negara, sekaligus menetapkan klasifikasi pasar (market classification) terbaru yang meliputi Developed Market, Emerging Market, Frontier Market, atau Standalone.

Dalam pengumumannya, MSCI menyampaikan bahwa belum ada perubahan terkait klasifikasi pasar modal Indonesia, yang artinya tetap di kategori Emerging Market.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.