• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Operasi Lutut Lebih Aman d...

Operasi Lutut Lebih Aman dan Terukur, RS Premier Bintaro Hadirkan Teknologi ROSA

Selasa, 18 Agu 2026, 19:22 WIB

TANGERANG SELATAN — RS Premier Bintaro menghadirkan ROSA® (Robotic Surgical Assistant), teknologi robotik yang dirancang untuk membantu dokter dalam melakukan operasi lutut secara lebih presisi dan terukur.

Teknologi tersebut diperkenalkan kepada masyarakat melalui acara “ROSA® Robotic Surgical Assistant: Safer & Smarter Knee Surgery” yang digelar pada Kamis, 13 Agustus 2026, di Krakatau Room, Annex 1 Building, RS Premier Bintaro.

Ket. Foto: Tim dokter RS Premier Bintaro bersama ROSA® Robotic Surgical Assistant. Peralatan robotik ini hadir untuk membantu dokter melakukan operasi lutut secara lebih presisi, personal, dan terukur. — Sumber: RS Premier Bintaro

Acara tersebut menghadirkan dr. Andito Wibisono, Sp.OT, Subsp. PL (Hip and Knee Surgeon), serta dr. Anita Ratnawati, Sp.KFR, Subsp. KR(K) (Consultant Rehabilitation Medicine Physician). Keduanya membahas pemanfaatan teknologi robotik dalam operasi lutut hingga proses rehabilitasi pasien.

Sejumlah jajaran manajemen dan pimpinan juga hadir, di antaranya CEO RS Premier Bintaro dr. Relia Sari, MARS, Ketua Komite Medik RS Premier Bintaro dr. Bambang Tutuko, Sp.An-KIC, serta Aloysius Maximilian (Country CEO – Asia OneHealthcare Indonesia).

Kehadiran teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya RS Premier Bintaro mengembangkan layanan kesehatan berbasis teknologi sekaligus memberikan pilihan penanganan yang lebih personal bagi pasien.

Robotik sebagai Asisten Dokter

ROSA® merupakan robotic surgical assistant yang berfungsi membantu dokter selama prosedur operasi lutut. Teknologi ini menyediakan informasi, pengukuran, serta panduan berbasis data yang dapat digunakan dokter dalam merencanakan dan melaksanakan tindakan.

Hip and Knee Surgeon RS Premier Bintaro, dr. Andito Wibisono, menegaskan bahwa teknologi robotik tidak ditujukan untuk menggantikan peran dokter.

“Teknologi robotik bukan untuk menggantikan peran dokter. Justru teknologi ini hadir sebagai assistant yang membantu dokter dalam mengambil keputusan dan melakukan tindakan dengan dukungan data serta perencanaan yang lebih detail,” ujar Andito dalam keterangannya pada Kamis (13/8).

Menurutnya, setiap pasien memiliki kondisi anatomi lutut yang berbeda. Karena itu, perencanaan operasi perlu mempertimbangkan karakteristik masing-masing pasien.

Dengan dukungan ROSA®, dokter dapat memperoleh pengukuran dan informasi selama prosedur sehingga proses operasi dapat dilakukan dengan perencanaan yang lebih terukur dan disesuaikan dengan kondisi pasien.

Empat Manfaat dalam Operasi Lutut

RS Premier Bintaro menyebut terdapat sejumlah aspek yang dapat didukung penggunaan ROSA® dalam prosedur operasi lutut:

Perencanaan dan Penempatan Implan: Teknologi tersebut membantu dokter dalam perencanaan dan penempatan implan sendi buatan secara lebih terukur untuk mendukung ketepatan proses pemasangan implan.

Penyesuaian Anatomi Individual: ROSA® membantu dokter melakukan perencanaan berdasarkan bentuk dan anatomi lutut masing-masing pasien, sehingga tindakan dapat disesuaikan dengan karakteristik individual pasien.

Keseimbangan Sendi Optimal: Data dan pengukuran selama prosedur membantu dokter mencapai keseimbangan sendi sesuai target tindakan dan kondisi pasien.

Pemulihan Fungsi Aktivitas: Tindakan yang lebih terukur dan personal diharapkan dapat mendukung pemulihan fungsi lutut, sehingga pasien dapat kembali menjalankan aktivitas secara optimal.

Dengan fungsi tersebut, ROSA® ditempatkan sebagai perangkat pendukung yang membantu dokter mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan operasi. Keputusan klinis tetap berada pada dokter yang menangani pasien.

Rehabilitasi Menjadi Bagian Penting

Penanganan gangguan lutut tidak berhenti setelah operasi. Proses rehabilitasi menjadi bagian penting untuk membantu pasien mengembalikan fungsi lutut dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.

Hal tersebut dibahas dalam sesi bersama dr. Anita Ratnawati. Menurutnya, kebutuhan rehabilitasi setiap pasien dapat berbeda karena dipengaruhi kondisi dan target aktivitas masing-masing.

“Setiap pasien memiliki target aktivitas dan kondisi yang berbeda. Karena itu, rehabilitasi perlu dipersiapkan sejak awal agar program pemulihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing pasien,” jelas Anita.

Kolaborasi antara dokter bedah dan dokter rehabilitasi menjadi bagian dari pendekatan komprehensif yang diterapkan dalam penanganan pasien, mulai dari persiapan sebelum operasi hingga program pemulihan setelah tindakan.

Pendekatan tersebut menempatkan keberhasilan penanganan bukan hanya pada prosedur operasi, tetapi juga pada proses rehabilitasi yang direncanakan sesuai kebutuhan pasien.

Perkuat Layanan Berbasis Teknologi

Kehadiran ROSA® menjadi bagian dari komitmen RS Premier Bintaro untuk menghadirkan perkembangan teknologi medis dalam layanan kesehatan.

RS Premier Bintaro menggabungkan teknologi robotik dengan keahlian dokter serta program rehabilitasi untuk mendukung layanan operasi lutut yang lebih presisi dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

“Bagi kami, teknologi hanyalah salah satu bagian dari perjalanan pelayanan. Yang paling utama tetap pasien—bagaimana teknologi, dokter, dan seluruh tim medis dapat bekerja bersama untuk memberikan pengalaman perawatan yang aman, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan setiap pasien,” ujar perwakilan RS Premier Bintaro.

Dengan hadirnya ROSA®, rumah sakit tersebut memperkuat pendekatan innovative, patient-centered healthcare sekaligus membuka akses bagi masyarakat Indonesia terhadap perkembangan teknologi dalam penanganan operasi lutut.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.