• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Paradigma Baru Perawatan G...

Paradigma Baru Perawatan Gigi Lewat Teknologi Microbiome Active

Selasa, 18 Agu 2026, 19:45 WIB

JAKARTA — Pepsodent memperkenalkan pendekatan baru dalam perawatan kesehatan gigi dan mulut melalui teknologi Microbiome Active dalam ajang Kursus Penyegar dan Penambah Ilmu Kedokteran Gigi (KPPIKG) 2026 yang digelar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI).

Dalam perhelatan yang mengusung tema “Shaping the Future of Global Oral Health: Translating Science, Technology, and Humanity” tersebut, Pepsodent menghadirkan sesi ilmiah yang membahas pentingnya menjaga keseimbangan microbiome mulut. Sesi tersebut menghadirkan pakar dari University of Birmingham, Dr. Praveen Sharma, Ph.D., BDS, MFDS (RCS Edin.), FHEA, FDS (Restorative Dentistry) (RCS Edin.).

Ket. Foto: Dr. Praveen Sharma, Ph.D., BDS, MFDS (RCS Edin.), FHEA, FDS (Restorative Dentistry) (RCS Edin.), akademisi dan peneliti dari School of Dentistry, University of Birmingham, Inggris, saat memaparkan materi dalam ajang KPPIKG 2026. — Sumber: Istimewa

KPPIKG 2026 merupakan pertemuan ilmiah dan pameran kedokteran gigi yang diselenggarakan setiap tiga tahun. Tahun ini, kegiatan tersebut diikuti lebih dari 1.500 peserta dari kalangan profesional kesehatan gigi dan mulut untuk membahas perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berpotensi membentuk masa depan layanan kesehatan gigi.

Dalam sesi ilmiah tersebut, Dr. Praveen menjelaskan bahwa pemahaman mengenai kesehatan mulut tidak cukup hanya dengan menghilangkan bakteri. Rongga mulut merupakan salah satu komunitas mikroba terbesar dalam tubuh manusia dan memiliki ekosistem kompleks yang terdiri atas berbagai mikroorganisme.

Menurut dia, terdapat lebih dari 700 spesies mikroorganisme yang hidup di dalam microbiome mulut. Sebagian berperan mendukung kesehatan, sementara sebagian lainnya berpotensi menimbulkan masalah ketika jumlahnya tidak terkendali.

“Selama ini masyarakat sering menganggap semua bakteri di dalam rongga mulut harus dihilangkan. Padahal, rongga mulut memiliki ekosistem kompleks yang dihuni oleh lebih dari 700 spesies mikroorganisme,” ujar Dr. Praveen melalui siaran pers pada hari Selasa (18/8).

Ia menjelaskan, ketidakseimbangan komposisi mikroorganisme atau dysbiosis dapat membuat bakteri yang berpotensi merugikan berkembang lebih dominan. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan sejumlah persoalan kesehatan gigi dan mulut, seperti plak, gigi berlubang, radang gusi, hingga bau mulut.

Komposisi microbiome juga dapat berbeda pada setiap individu karena dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari genetika, pola makan, gaya hidup, hingga lingkungan.

“Perawatan gigi dan mulut modern bukanlah tentang menghilangkan bakteri sepenuhnya, melainkan menjaga kesehatan microbiome mulut agar bakteri baik dapat mendukung kesehatan gigi dan mulut,” tambahnya.

Pepsodent Perkenalkan Pro.Care

Sejalan dengan pembahasan mengenai microbiome, Pepsodent memperkenalkan Pepsodent Pro.Care sebagai pasta gigi dengan teknologi Microbiome Active. Produk ini dikembangkan untuk membantu menjaga keseimbangan microbiome di rongga mulut.

Esperansa Hidayat, Personal Care R&D Lead Unilever Indonesia, mengatakan pengembangan Pepsodent Pro.Care merupakan bagian dari inovasi berbasis sains dan teknologi yang dilakukan perusahaan untuk menghadirkan pendekatan baru dalam perawatan gigi dan mulut.

“Pepsodent mengambil langkah transformatif dengan memperkenalkan solusi perawatan gigi dan mulut masa depan, yaitu Pepsodent Pro.Care, pasta gigi pertama dari Pepsodent dengan teknologi Microbiome Active yang telah dikembangkan bertahun-tahun oleh para scientist dari berbagai belahan dunia,” terang Esperansa.

Menurut dia, teknologi Microbiome Active memanfaatkan One Trillion Active Ions yang diklaim membantu menekan pertumbuhan bakteri yang merugikan sekaligus mendukung pertumbuhan bakteri baik. Mekanisme tersebut disebut menyerupai cara kerja prebiotik dengan membantu mempertahankan kondisi microbiome mulut sehingga dapat mendukung pertahanan alami rongga mulut.

Teknologi tersebut juga telah melalui pengujian klinis dan dirancang memberikan perlindungan hingga 24 jam dengan penggunaan secara teratur dan menyikat gigi dua kali sehari.

Selain aspek teknologi, Pepsodent Pro.Care hadir dalam format translucent gel dengan butiran halus yang dirancang memberikan sensasi bersih setelah menyikat gigi. Produk tersebut tersedia dalam enam varian, yakni Icy Fresh, Complete White, Multi Protection, Charcoal Deep Clean, Enamel Shield, dan Plaque Prevention.

Dorong Pemahaman tentang Microbiome

Kehadiran Pepsodent dalam KPPIKG 2026 tidak hanya diarahkan untuk memperkenalkan produk baru, tetapi juga mendorong pemahaman mengenai konsep microbiome kepada para dokter gigi.

Pepsodent menilai edukasi mengenai keseimbangan mikroorganisme di rongga mulut penting dilakukan karena masih terdapat anggapan bahwa kondisi mulut yang sehat identik dengan tidak adanya bakteri sama sekali. Padahal, keberadaan berbagai mikroorganisme merupakan bagian dari ekosistem alami rongga mulut. Karena itu, pendekatan perawatan tidak semata-mata ditujukan untuk membasmi seluruh bakteri, melainkan mempertahankan keseimbangan mikroorganisme.

“Melalui kehadiran Pepsodent Pro.Care di KPPIKG 2026, kami memperkenalkan ilmu pengetahuan terkini tentang microbiome mulut kepada para dokter gigi untuk mentransformasi penggunaan produk perawatan gigi sehari-hari,” tutur Esperansa.

Pepsodent berharap pendekatan berbasis microbiome dapat semakin dikenal masyarakat dan menjadi bagian dari perkembangan perawatan kesehatan gigi dan mulut di masa mendatang.

Catatan: Klaim “merek pasta gigi nomor 1 di Indonesia” berdasarkan data NIQ RMS untuk kategori toothpaste selama periode 12 bulan yang berakhir Maret 2026 di pasar ritel Indonesia. Klaim perlindungan hingga 24 jam berdasarkan penggunaan teratur dan menyikat gigi dua kali sehari.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Penutupan Pendakian Gunung Gede Ditambah selama Dua Pekan Usai Kebakaran

Wagub Rano Karno Sapa Peserta Jamnas XII, Dorong Pramuka Jadi Agen Perubahan

Operasi Lutut Lebih Aman dan Terukur, RS Premier Bintaro Hadirkan Teknologi ROSA

Esports Nations Cup Ditunda ke November 2027, Ini Alasan Resmi EF

Purbaya: Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Paling Cepat bisa Berlaku September 2026

Ajang Lari Cirebon QRIS Run 2026, Sarana Pemkot Cirebon Gencarkan Penggunaan QRIS

Inovasi Investasi dan Layanan Privilege Antarkan Danamon Raih Dua Penghargaan

Dompet Dhuafa Siapkan 81 Ton Bantuan untuk Penyintas Gempa NTT

Purbaya: Insentif Motor Listrik Sudah Bisa Berlaku Mulai September 2026

7.000 Warga Pulau Palue Butuh Air Bersih, KemePU Kerahkan Tandon dan Survei Geolistrik

Gempa Flores Rusak 4 Pasar Tradisional, Mendag: Pasar Inpres Ruteng Ditutup Sementara

OT Group Konsisten Gelar Upacara Kemerdekaan di Pabrik dan Depo

LG Perkuat Pemasaran WashTower, Gandeng Dealer Spesialis untuk Perluas Edukasi Konsumen

Nelayan Kendari Diimbau Waspadai Gelombang Tinggi dan Angin Kencang pada 19 hingga 22 Agustus 2026

KAI Bangun 8 Tower Rusun MBR di Manggarai, Harga dan Skema Kredit Jadi Sorotan

Triwulan II-2026, Sektor Transportasi dan Pergudangan Tumbun 5,65%

InJourney Destination Bantu Rehab Rumah Nenek Kroniah di Sleman Agar Layak Huni

Driver Ojol Ikut Punya Suara! Pemerintah Libatkan Pengendara dalam Aturan Tarif Baru

Pascagempa di NTT, Kemenhub Pastikan Seluruh Bandara di Flores dan Sekitarnya Tetap Beroperasi Normal

Sumatera Utara Diprediksi BMKG Masih Berpotensi Hujan Sepekan ke Depan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.