Lakukan Pencadangan Konservatif, Laba Taspen 2025 Turun
📅 Rabu, 08 Jul 2026, 16:30 WIB | Oleh: SriyonoAdapun total aset program THT, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM) meningkat menjadi Rp156,79 triliun pada 2025 dari Rp149,55 triliun pada 2024.
Dalam paparannya, Taspen menyebut portofolio investasi program THT, JKK, dan JKM masih didominasi Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp56,35 triliun atau 47,84 persen dari total portofolio.
Komisi VI DPR RI dalam RDP tersebut menyoroti lonjakan nilai impairment pada 2025 dan meminta Taspen memastikan pengelolaan investasi dilakukan secara hati-hati serta dapat dipertanggungjawabkan.
Menanggapi hal itu, Rony menegaskan pengelolaan investasi Taspen dilakukan sesuai ketentuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK), sedangkan instrumen investasi mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK).
Sebaiknya Anda baca juga:
“Untuk investasi, kita itu diatur sama Peraturan Menteri Keuangan. Jadi tidak boleh keluar dari rambu-rambu di situ. Begitu juga instrumennya kita ikut sama POJK,” tuturnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!