Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu Kelola Sampah Organik Jadi Pakan Bebek
📅 Selasa, 07 Jul 2026, 11:35 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu menghadirkan inovasi dalam pengelolaan sampah organik menjadi pakan ternak dengan membangun kandang bebek di Pulau Untung Jawa sebagai upaya memilah sampah dari sumber.
“Ini terobosan yang diwujudkan Kabupaten Kepulauan Seribu guna mendukung pelaksanaan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber,” kata Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan di Jakarta, Selasa (07/7).
Dia mengatakan peresmian kandang bebek itu menjadi bagian dari upaya mengolah sampah organik menjadi pakan ternak dalam rangka mengurangi volume sampah sekaligus mendukung program ketahanan pangan masyarakat.
Fadjar menilai pemanfaatan sampah organik sebagai pakan bebek itu merupakan langkah efektif dalam mendukung implementasi Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.
Menurut dia, gagasan tersebut bertujuan agar sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai pakan bebek.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Hasilnya cukup baik, bahkan dalam dua hari, bebek sudah mulai produktif bertelur sehingga turut mendukung ketahanan pangan," tutur Fadjar.
Dia pun menekankan pengelolaan sampah harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.
Namun, dia mengingatkan agar pakan bebek tidak hanya mengandalkan sampah organik, melainkan tetap dipadukan dengan pakan tambahan agar kesehatan dan produktivitas ternak tetap terjaga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di sisi lain, kata Fadjar, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu terus melakukan pendampingan agar ternak bebek tetap sehat dan produktif.
Dia juga memastikan inovasi kandang bebek tersebut terus dievaluasi dan disempurnakan.
“Jika berhasil, model ini bisa menjadi contoh untuk diterapkan di pulau-pulau lain,” ujar Fadjar.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu Achmad Hariadi menuturkan program ternak bebek di Pulau Untung Jawa itu merupakan wujud nyata implementasi kebijakan pengelolaan sampah berbasis pemilahan.
“Kami berharap inovasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh wilayah di Kepulauan Seribu untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus mempercepat pencapaian target pelaksanaan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber,” ungkap Achmad.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!