Kolaborasi Kemenekraf dan Komunitas Jadi Senjata Baru Dongkrak Ekspor Jenama Lokal
📅 Selasa, 07 Jul 2026, 15:20 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Memperkuat jenama (brand) lokal menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya saing produk di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Identitas merek yang kuat tidak hanya meningkatkan kepercayaan konsumen, tetapi juga membuka peluang ekspansi ke pasar nasional maupun internasional.
Dengan dukungan inovasi, kualitas produk, dan pemasaran yang efektif, penguatan brand lokal dapat menciptakan nilai tambah bagi pelaku usaha, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperkuat posisi produk Indonesia di pasar global.
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menjajaki kolaborasi dengan komunitas pemberdayaan UMKM dan ekonomi kreatif, Local Champion Indonesia (LCI), untuk memperkuat jenama (brand) lokal agar mampu memanfaatkan peluang pasar ekspor.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya mengatakan, penguatan ekspor produk jenama Indonesia perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui peningkatan kualitas produk tapi juga penguatan desain, branding, pengemasan, standardisasi, hingga fasilitasi kekayaan intelektual.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami akan memetakan program yang dapat menjadi quick win, jangka menengah, maupun jangka panjang bersama Local Champion Indonesia. Jejaring yang dimiliki LCI di berbagai daerah menjadi potensi untuk mempercepat identifikasi serta pengembangan brand lokal yang siap naik kelas,” kata Menteri Ekraf dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (7/7).
Menteri Ekraf memaparkan sejumlah peluang sinergi, mulai dari pelatihan melalui program ASIK, penguatan standardisasi ekspor dan market intelligence, fasilitasi pembiayaan berbasis kekayaan intelektual, hingga kurasi brand lokal berorientasi ekspor. Kementerian Ekraf juga membuka peluang kolaborasi melalui program Desa Kreatif, Creative Hub, dan Creative by Indonesia.
LCI berfokus pada penguatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar, jejaring kolaborasi, serta pengembangan potensi lokal di berbagai daerah. Melalui ekosistem yang dibangun, LCI menghadirkan pelatihan, pendampingan, dan kolaborasi lintas sektor untuk mendorong lahirnya pelaku usaha serta jenama lokal yang berdaya saing.
Sebaiknya Anda baca juga:
Founder LCI, Dhika Yudistira, menyampaikan kesiapan pihaknya bersinergi dengan Kementerian Ekraf melalui jejaring agregator ekspor, komunitas, hingga desa-desa produktif di berbagai wilayah Indonesia.
“Kami ingin menghubungkan berbagai program agar saling melengkapi. Dengan jaringan yang kami miliki, kami berharap dapat membantu menghadirkan lebih banyak brand Indonesia yang siap memasuki pasar internasional melalui kolaborasi bersama Kementerian Ekraf,” ujar Dhika.
Kolaborasi antara pemerintah dan komunitas ini diharapkan dapat memperkuat pembinaan pelaku ekonomi kreatif sekaligus membuka akses ke pasar internasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!