Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Kaleng-kaleng, Lima Desa di Jambi Ini Berhasil Cetak Rekor Penjaga Iklim Dunia!

📅 Selasa, 07 Jul 2026, 02:50 WIB | Oleh:
Bukan Kaleng-kaleng, Lima Desa di Jambi Ini Berhasil Cetak Rekor Penjaga Iklim Dunia! Doc: ANTARA/HO-KKI Warsi
Ket. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (dua kanan) saat menyerahkan SK persetujuan penerbitan Non-SPE 238.281 Ton CO₂e pengelolaan karbon berbasis masyarakat kepada Direktur KKI Warsi Adi Junedi (kanan) di Jakarta, Senin (6/7).

KOTA JAMBI - Lanskap Bujang Raba di Kabupaten Bungo, Jambi menerima surat keputusan (SK) persetujuan penerbitan Non-SPE 238.281 Ton CO₂e pengelolaan karbon berbasis masyarakat dalam ekosistem karbon kehutanan Indonesia.

Direktur Eksekutif KKI WARSI Adi Junedi melalui keterangan di Jambi, Senin menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kehutanan atas diterbitkannya SK Persetujuan Penerbitan Non-SPE bagi Lanskap Bujang Raba.

"Terbitnya SK Persetujuan Penerbitan Non-SPE sebesar 238.281 ton CO₂e bagi Lanskap Bujang Raba. Bagi kami, ini bukan sekadar dokumen administratif. Ini adalah pengakuan negara terhadap perjalanan panjang masyarakat yang memilih menjaga hutannya ketika banyak tekanan datang untuk mengubahnya," kata Adi.

Ia berharap mekanisme karbon nasional mampu memberikan manfaat yang adil bagi masyarakat sebagai penjaga hutan sekaligus memperkuat upaya Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim.

Menurut Adi, penerbitan SK tersebut menjadi momentum penting bagi Bujang Raba karena menandai masuknya inisiatif karbon berbasis masyarakat ke dalam jalur resmi mekanisme karbon nasional.

Melalui mekanisme ini, unit karbon yang diterbitkan Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) dengan seluruh proses validasi, verifikasi, penerbitan, dan registrasinya terintegrasi dalam Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI).

Hal ini memastikan bahwa pengurangan emisi yang dihasilkan masyarakat tercatat dalam sistem nasional dan menjadi bagian dari implementasi kebijakan iklim Indonesia.

Dia menambahkan, pencapaian ini bukan hasil yang diraih dalam waktu singkat. Jauh sebelum perdagangan karbon menjadi perhatian nasional, masyarakat di Lanskap Bujang Raba telah memilih menjaga hutannya.

Bersama KKI WARSI, pemerintah, dan berbagai mitra, masyarakat memperkuat tata kelola hutan desa, membangun kelembagaan lokal, menjaga tutupan hutan, serta mengembangkan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Lanjut dia, Lanskap Bujang Raba mencakup 7.291 hektare Hutan Desa yang dikelola oleh lima desa, yaitu Lubuk Beringin, Senamat Ulu, Buat, Laman Panjang, dan Sungai Telang.

Dari luas tersebut 5.336 hektare merupakan kawasan perlindungan, dan 1.955 hektare merupakan kawasan pemanfaatan yang dikelola secara lestari oleh masyarakat.

Kawasan Bujang Raba dengan hutan tetap terjaga memiliki cadangan karbon rata-rata 287 ton karbon per hektare atau setara 1.087 ton CO₂e per hektare.

"Komitmen masyarakat dalam menjaga hutan juga berhasil menghentikan laju deforestasi hingga 0 persen selama periode 2013–2018," jelasnya.

Posisi Hutan Lindung Bukit Panjang Rantau Bayur, tidak bisa hanya dipandang sebagai satu kawasan hutan lindung saja. Kawasan sekitarnya terdiri dari Taman Nasional Kerinci Seblat di kawasan paling atas, kemudian Hutan Produksi Batang Ule, APL di bagian lain, serta Hutan Adat, dan Hutan Lindung Desa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
KM Mutiara Sentosa II Menga...

Pemerintah Evaluasi Operator KMP Mutiara Santosa II Usai Kebakaran

59 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Pemerintah Evaluasi Operato...
Daerah
Ratusan korban selamat KMP ...
Olahraga
Laga Penentu Jalan Menuju E...
Olahraga
Arsenal Siap Berburu Semua ...
Olahraga
Pengalaman Fritz Hadapi Keb...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.