IHSG Pagi Ini Menguat Seiring Optimisme Pasar atas Sikap Dovish The Fed
📅 Senin, 06 Jul 2026, 10:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin pagi bergerak menguat seiring optimisme pelaku pasar global terhadap sikap dovish dari bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed.
IHSG dibuka menguat 17,50 poin atau 0,30 persen ke posisi 5.893,28. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,30 poin atau 0,22 persen ke posisi 583,08.
"Sentimen domestik masih dibayangi defisit neraca perdagangan pertama sejak April 2020, kontraksi aktivitas manufaktur, serta peringatan Fitch Ratings terkait penurunan cadangan devisa," ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata, dalam kajiannya di Jakarta, Senin.
Dari mancanegara, Liza menjelaskan sentimen pasar global cenderung positif setelah data ketenagakerjaan AS lebih lemah dari ekspektasi, yang memperkuat peluang pelonggaran kebijakan moneter The Fed.
"Pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga dan meningkatkan posisi pada aset berisiko," ujar Liza.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selanjutnya, arah pasar dalam jangka pendek akan tergantung pada data ekonomi yang dirilis, diantaranya ISM Services PMI AS, risalah FOMC The Fed, serta data inflasi China.
Selain itu, Liza menjelaskan fokus pelaku pasar tertuju pada perkembangan negosiasi dagang antara AS dan Uni Eropa, serta potensi dampak kebijakan tarif terhadap sektor manufaktur global.
Sementara itu, ketegangan di Timur Tengah terus mereda setelah negosiasi damai antara AS dan Iran menunjukkan kemajuan. Aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz terus pulih, sementara ekspor minyak Arab Saudi telah kembali sekitar 90 persen dari level sebelum konflik.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Perkembangan tersebut membantu menekan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global," ujar Liza.
Dari dalam negeri, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mulai memperkuat pengawasan perpajakan ekonomi digital, dengan memanfaatkan data transaksi dari Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Blibli untuk memantau omzet pedagang online.
Melalui implementasi PMK No. 37 Tahun 2025, marketplace ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22 sebesar 0,5 persen atas omzet pedagang mulai 1 Agustus 2026.
Data transaksi tersebut akan digunakan untuk memverifikasi omzet wajib pajak, khususnya pelaku usaha dengan omzet di atas Rp4,8 miliar per tahun yang belum berstatus Pengusaha Kena Pajak (PKP), sekaligus memperluas basis pajak.
Terkait data domestik, pelaku pasar menantikan data cadangan devisa (cadev) , keyakinan konsumen, data penjualan ritel Bank Indonesia (BI), serta stabilitas kurs Rupiah.
Pada perdagangan Jumat (3/7/2026) pekan kemarin, bursa Eropa kompak menguat, diantaranya Euro Stoxx 50 menguat 0,68 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,30 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,90 persen, serta indeks CAC 40 Prancis menguat 0,40 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!