Jika Konflik Natuna Pecah, Mampukah Rafale TNI - Angkatan Udara Menjatuhkan J-20 Tiongkok?
📅 Senin, 06 Jul 2026, 00:06 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SPerbandingan ini menjadi menarik karena Indonesia dan Tiongkok beberapa kali mengalami ketegangan di sekitar Laut Natuna Utara, yang merupakan bagian dari Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.
Meski Indonesia bukan pihak dalam sengketa kepemilikan pulau di Laut Tiongkok Selatan, Beijing memasukkan sebagian wilayah yang berada di sekitar Natuna ke dalam klaim nine-dash line, yang selama bertahun-tahun menjadi sumber perbedaan pandangan dengan Jakarta.
Dalam beberapa tahun terakhir, kapal ikan Tiongkok yang dikawal kapal penjaga pantai (China Coast Guard) berulang kali memasuki wilayah yang diklaim Indonesia sebagai ZEE. Pemerintah Indonesia merespons dengan mengirim kapal patroli, pesawat pengintai, dan kapal perang untuk menegakkan hukum di wilayah tersebut.
Pada akhir 2019 hingga awal 2020, kehadiran puluhan kapal ikan Tiongkok beserta kapal penjaga pantainya di sekitar Natuna memicu salah satu ketegangan terbesar. Indonesia kemudian memperkuat kehadiran militernya, mengerahkan pesawat tempur F-16, kapal perang, serta mengunjungi Natuna sebagai penegasan kedaulatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Beijing tetap menyatakan aktivitas nelayannya berlangsung di "wilayah penangkapan ikan tradisional", sementara Indonesia menegaskan bahwa tidak ada tumpang tindih kedaulatan di wilayah Natuna dan bahwa hak berdaulat Indonesia didasarkan pada Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS) 1982.
Mengapa Laut Tiongkok Selatan Sangat Penting?
Laut China Selatan merupakan salah satu jalur perdagangan paling sibuk di dunia. Diperkirakan perdagangan bernilai triliunan dolar AS melewati kawasan ini setiap tahun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, wilayah tersebut diyakini memiliki cadangan minyak, gas alam, serta sumber daya perikanan yang sangat besar.
Karena alasan itulah kawasan ini menjadi salah satu titik persaingan geopolitik paling penting di dunia, melibatkan Tiongkok, Amerika Serikat, dan sejumlah negara Asia Tenggara seperti Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Brunei.
Indonesia memang bukan negara pengklaim pulau-pulau di Laut Tiongkok Selatan. Namun, kedekatan wilayah Natuna dengan area sengketa membuat stabilitas kawasan menjadi kepentingan strategis bagi Jakarta.
Kebangkitan Militer Tiongkok
Selama lebih dari dua dekade terakhir, Tiongkok menjalankan modernisasi militer secara besar-besaran.
Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLAAF) kini mengoperasikan ratusan pesawat tempur modern, termasuk J-10C, J-16, dan J-20. Produksi J-20 sendiri terus meningkat, menjadikannya salah satu armada jet tempur generasi kelima terbesar di dunia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!