Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jika Konflik Natuna Pecah, Mampukah Rafale TNI - Angkatan Udara Menjatuhkan J-20 Tiongkok?

📅 Senin, 06 Jul 2026, 00:06 WIB | Oleh:

Sebaliknya, Rafale F4 merupakan jet tempur generasi 4,5. Meski desainnya telah mengurangi pantulan radar dan didukung material penyerap gelombang radar, tingkat silumannya masih berada di bawah J-20.

Dalam peperangan modern, kemampuan melihat lawan lebih dulu sering kali menjadi faktor yang menentukan kemenangan.

Pertarungan Sensor

J-20 menggunakan radar AESA, sensor elektro-optik, infrared search and track (IRST), serta jaringan data yang terus dikembangkan oleh industri pertahanan Tiongkok.

Sementara Rafale F4 memperoleh peningkatan besar dibanding generasi sebelumnya. Radar AESA RBE2 diperbarui, sistem peperangan elektronik SPECTRA ditingkatkan, kemampuan data link diperluas, dan integrasi dengan berbagai rudal terbaru semakin matang.

Keunggulan Rafale justru terletak pada kematangan sistemnya. Pesawat ini telah digunakan dalam berbagai operasi militer nyata di Afghanistan, Libya, Irak, Suriah hingga kawasan Sahel, sehingga banyak komponennya telah teruji di medan operasi.

Sebaliknya, J-20 masih relatif minim pengalaman tempur sehingga sebagian besar kemampuannya masih dinilai berdasarkan latihan dan pengembangan teknologi.

Siapa Lebih Mematikan?

J-20 diperkirakan membawa rudal udara-ke-udara jarak jauh PL-15, yang oleh banyak analis disebut sebagai salah satu rudal BVR paling berbahaya di dunia.

Sementara Rafale F4 mengandalkan rudal Meteor, yang juga dikenal memiliki zona "no-escape" sangat luas dan menjadi salah satu rudal udara-ke-udara terbaik di dunia.

Apabila kedua pesawat bertemu dalam duel Beyond Visual Range (BVR), hasilnya kemungkinan besar akan ditentukan oleh siapa yang lebih dahulu mendeteksi lawan, kualitas peperangan elektronik, serta dukungan jaringan radar dan pesawat peringatan dini.

Jika duel berubah menjadi pertarungan jarak dekat, Rafale yang terkenal lincah memiliki peluang lebih besar memanfaatkan kemampuan manuvernya. Namun dalam doktrin tempur modern, pertempuran udara sedekat itu semakin jarang terjadi.

Natuna, Titik Gesekan yang Berulang

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
  • Jangan Main-main! Kawasan Industri Diminta Tuntaskan Seluruh Izin
    Langkah proaktif pemerintah pusat dan daerah dalam menata ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Pemkot Jakut Tertibkan Bang...
Daerah
Penanganan kebakaran di Kaw...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.