Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Fitch Nilai Ketidakpastian Kebijakan jadi Faktor Utama Hambat Kepercayaan Investor

📅 Jumat, 03 Jul 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Sejarah katanya mengajarkan bahwa krisis hampir selalu diawali oleh akumulasi sinyal yang diabaikan. Peringatan Fitch seharusnya menjadi momentum melakukan koreksi kebijakan sejak dini. Dalam tata kelola fiskal, mengabaikan sinyal peringatan selalu lebih mahal daripada melakukan pembenahan sebelum risiko berubah menjadi krisis.

“Pemerintah harus mulai jujur pada rakyat ada masalah dalam mengelola uang negara. DPR harus melakukan pengawasan secara lebih serius agar fiskal dikelola dengan baik dan untuk kemakmuran rakyat,” pungkas Badiul.

Perkuat Kredibilitas

Di kesempatan lain, pengamat ekonomi STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, mengatakan catatan Fitch tersebut patut menjadi peringatan bagi pemerintah untuk memperkuat kredibilitas kebijakan ekonomi. Menurutnya, tekanan eksternal tidak cukup direspons hanya dengan menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga melalui kepastian arah kebijakan yang mampu memulihkan kepercayaan pelaku pasar.

“Hal yang paling penting bukan hanya mempertahankan stabilitas jangka pendek, tetapi memastikan investor melihat adanya konsistensi kebijakan. Kepercayaan merupakan fondasi utama arus modal, investasi, maupun stabilitas nilai tukar,” kata Aditya.

Ia menilai menyempitnya surplus perdagangan hingga mulai muncul defisit pada periode tertentu membuat salah satu bantalan utama ekonomi eksternal Indonesia melemah. Di sisi lain, tekanan terhadap rupiah memaksa Bank Indonesia melakukan intervensi yang berdampak pada penurunan cadangan devisa dan pengetatan likuiditas domestik.

“Cadangan devisa memang dibangun untuk menjaga stabilitas ketika terjadi gejolak. Namun apabila penurunannya berlangsung terus-menerus akibat arus modal keluar dan pelemahan kepercayaan investor, ruang kebijakan akan menjadi semakin sempit. Karena itu, memperkuat fundamental ekonomi jauh lebih penting daripada hanya mengandalkan intervensi pasar,” katanya.

Sebaiknya Anda baca juga:

Aditya menilai perhatian Fitch terhadap meningkatnya posisi short valas Bank Indonesia juga menunjukkan biaya mempertahankan stabilitas rupiah menjadi semakin besar. Menurutnya, kondisi tersebut perlu diimbangi dengan upaya memperkuat aliran devisa melalui peningkatan ekspor bernilai tambah, investasi langsung, dan pendalaman pasar keuangan domestik.

Ia juga menyoroti penilaian Fitch mengenai meningkatnya ketidakpastian kebijakan. Menurut Aditya, dunia usaha dan investor pada dasarnya dapat menerima perubahan kebijakan selama arah, mekanisme, dan implementasinya jelas. Sebaliknya, perubahan yang belum memiliki kepastian operasional justru berpotensi meningkatkan persepsi risiko.

“Investor tidak hanya melihat tujuan kebijakan, tetapi juga bagaimana kebijakan itu dijalankan. Kepastian regulasi, tata kelola yang transparan, dan koordinasi antarlembaga menjadi faktor penting untuk menjaga kredibilitas ekonomi Indonesia di mata pasar global,” katanya.

Aditya menambahkan rencana pemerintah memusatkan ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia perlu disertai mekanisme operasional yang jelas agar tidak menimbulkan ketidakpastian baru bagi pelaku usaha maupun investor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Aksi Lamaran Nekat di Atas ...
Luar Negeri
AS Resmi Tolak Perpanjang U...
Pertamina dan KKP Berkolaborasi Perkuat Pasokan BBM Nelayan Dukung Perikanan Nasional

Pertamina dan KKP Berkolaborasi Perkuat Pasokan BBM Nelayan Dukung Perikanan Nasional

02 Jul 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.