Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AI Dinilai Ubah Peta Daya Saing Ekonomi, Indonesia Perlu Bangun Talenta dan Infrastruktur Digital

📅 Rabu, 01 Jul 2026, 18:38 WIB | Oleh:
AI Dinilai Ubah Peta Daya Saing Ekonomi, Indonesia Perlu Bangun Talenta dan Infrastruktur Digital Doc: Kearney
Ket. Laporan terbaru Kearney menyebut AI akan mengubah model pertumbuhan ekonomi global. Indonesia perlu memperkuat talenta, literasi AI, energi bersih, dan infrastruktur digital agar tetap kompetitif.

JAKARTA – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) diperkirakan akan mengubah secara fundamental model pembangunan ekonomi yang selama ini menjadi acuan banyak negara. Laporan terbaru dari konsultan manajemen global Kearney menyebut keberhasilan ekonomi di era AI tidak lagi ditentukan oleh biaya tenaga kerja yang murah, melainkan oleh kemampuan membangun kapabilitas teknologi, infrastruktur digital, dan ekosistem inovasi.

Laporan bertajuk How the Economic Development Model Is Being Rewritten by AI menyoroti bahwa AI telah berkembang dari sekadar teknologi pendukung produktivitas menjadi kapabilitas ekonomi strategis yang memengaruhi cara negara menarik investasi, mengembangkan sumber daya manusia, membangun industri, hingga menciptakan nilai tambah jangka panjang.

Menurut Kearney, potensi ekonomi AI sangat besar. AI generatif diperkirakan mampu menyumbang antara 2,6 hingga 4,4 triliun dollar AS per tahun terhadap perekonomian global melalui penerapannya di berbagai sektor, mulai dari layanan pelanggan, pemasaran, rekayasa perangkat lunak, hingga penelitian dan pengembangan. Di saat yang sama, investasi global pada infrastruktur AI terus meningkat seiring teknologi tersebut menjadi aset ekonomi yang semakin strategis.

Partner Kearney sekaligus penulis laporan, Tomoo Sato, mengatakan AI tidak hanya menghadirkan inovasi teknologi baru, tetapi juga mengubah paradigma pembangunan ekonomi yang telah digunakan selama dua dekade terakhir.

"AI tidak sekadar memperkenalkan gelombang inovasi teknologi terbaru. AI juga mengubah banyak asumsi yang selama dua dekade terakhir menjadi panduan pembangunan ekonomi. Negara yang unggul di era AI bukanlah yang menawarkan biaya terendah atau tenaga kerja terbesar, melainkan yang mampu membangun kapabilitas, infrastruktur, dan ekosistem yang dibutuhkan untuk menciptakan nilai dari AI dalam skala besar," ujar Tomoo Sato melalui keterangannya pada hari Rabu (1/7).

Dalam laporannya, Kearney mengidentifikasi delapan perubahan utama yang mulai membentuk lanskap ekonomi global di era AI.

Pertama, keunggulan tenaga kerja berbiaya rendah dinilai semakin berkurang karena otomatisasi dan AI mampu menggantikan banyak pekerjaan di sektor manufaktur maupun jasa.

Kedua, daya komputasi kini menjadi aset strategis nasional. Akses terhadap chip semikonduktor, energi, infrastruktur cloud, serta talenta AI disebut akan menentukan daya saing suatu negara.

Ketiga, arus investasi global mulai bergeser menuju negara yang memiliki infrastruktur data, pasokan energi, semikonduktor, dan sumber daya manusia yang mendukung pengembangan AI.

Keempat, peluang ekonomi AI tidak hanya berada pada pengembangan model AI, tetapi juga pada berbagai lapisan rantai nilai, termasuk layanan pendukung dan industri terkait.

Kelima, AI berkembang melampaui aplikasi berbasis teks menuju penglihatan komputer (computer vision), robotika, dan sistem fisik, sehingga meningkatkan kebutuhan akan perangkat keras, data, dan energi.

Keenam, literasi AI dipandang sebagai salah satu faktor pengungkit produktivitas terbesar karena kemampuan tenaga kerja memanfaatkan AI akan menentukan tingkat daya saing organisasi maupun negara.

Ketujuh, persaingan bisnis diperkirakan semakin ketat karena AI mempercepat inovasi dan meningkatkan transparansi pasar sehingga perusahaan yang unggul berpotensi menguasai pasar lebih besar.

Terakhir, aspek keamanan, etika, regulasi, serta kedaulatan AI menjadi isu strategis yang harus diantisipasi pemerintah maupun pelaku industri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Nasional
Kapan Wisata Bromo Dibuka L...
Nasional
Kapal Pesiar Swasta Dipakai...

Akses Wisata Ke Bromo akan Dibuka Jika Benar-benar Aman

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Akses Wisata Ke Bromo akan ...
PT KAI: LRT Jabodebek Perpanjang Layanan hingga Tengah Malam pada 17 Agustus

PT KAI: LRT Jabodebek Perpanjang Layanan hingga Tengah Malam pada 17 Agustus

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.