Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Getah Karet di OKU Sumsel Turun Menjadi Rp17.000 Per Kg

📅 Selasa, 30 Jun 2026, 08:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Getah Karet di OKU Sumsel Turun Menjadi Rp17.000 Per Kg Doc: ANTARA
Ket. Petani karet di Kabupaten OKU, Sumatera Selatan menimbang getah untuk dijual, Senin (29/6).

OGAN KOMERING ULU – Harga getah karet di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, sejak beberapa pekan terakhir turun menjadi Rp17.000 per kilogram (kg) dari sebelumnya mencapai Rp20.000 per kg.

"Harga getah karet mingguan saat ini turun sebesar Rp3.000/kg," kata Dapit, salah seorang petani karet asal Desa Badar Agung, Kecamatan Gunung Meraksa, Kabupaten OKU, Senin (29/6).

Dia mengatakan penurunan harga juga terjadi pada getah karet bulanan yang saat ini di angka Rp19.000/kg atau turun dibandingkan sebelumnya yang mencapai Rp22.000/kg.

Dia mengaku turunnya harga jual getah karet ini berdampak pada pendapatan petani dari menyadap pohon karet turun sekitar 50 persen dari sebelumnya.

Hal senada dikatakan, Gusep, petani lainnya menambahkan cuaca ekstrem yang melanda wilayah setempat turut menjadi faktor berkurangnya hasil produksi getah karet yang dihasilkan petani.

Menurutnya, musim kemarau tidak hanya menyebabkan kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, namun juga berpengaruh terhadap hasil petani kebun karet.

"Sebab, hasil getah dari pohon karet yang disadap berkurang akibat dilanda kemarau," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Asosiasi Petani Karet Indonesia (APKRINDO) Sumatera Selatan, Rudi Arpian, menyebutkan bahwa turunnya harga getah karet pada Juni 2026 adalah hal yang wajar.

Menurut dia, penurunan harga getah karet yang saat ini terjadi karena imbas turunnya harga getah dunia yang saat ini turun sekitar Rp2.189 per kilogram.

"Kondisi tersebut lebih tepat disebut sebagai penyesuaian harga atau koreksi pasar setelah sebelumnya harga terus menguat dalam beberapa bulan terakhir," katanya.

Dia meminta masyarakat supaya tidak panik dan menyarankan agar petani menjaga kualitas getah sembari menunggu perubahan harga membaik.

"Kita tidak dapat mengendalikan harga karet dunia. Tapi para petani bisa meningkatkan kualitas hasil panen agar harga jualnya nanti maksimal saat harga membaik," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Rona
IAS Group Raih Apresiasi da...
Advertisement
Houthi Serang Istana Kepresidenan Yaman, Arab Saudi Tuduh Iran Picu Eskalasi Perang

Houthi Serang Istana Kepresidenan Yaman, Arab Saudi Tuduh Iran Picu Eskalasi Perang

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.