Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Zverev dan Andreeva Siap Menggebrak Wimbledon

📅 Senin, 29 Jun 2026, 06:22 WIB | Oleh:
Zverev dan Andreeva Siap Menggebrak Wimbledon Doc: Adrian Dennis / AFP
Ket. Alexander Zverev dari Jerman melakukan pukulan di lapangan latihan di The All England Lawn Tennis and Croquet Club di Wimbledon, London barat daya, pada 25 Juni 2026, menjelang Kejuaraan Wimbledon 2026.

LONDON – Gelar Grand Slam perdana selalu membawa perubahan besar dalam karier seorang petenis. Namun bagi Alexander Zverev dan Mirra Andreeva tantangan sebenarnya baru dimulai. Setelah melewati tekanan terbesar di Roland Garros, keduanya kini harus membuktikan keberhasilan di Paris mampu menjadi pijakan menuju kejayaan di Wimbledon yang berlangsung 29 Juni-12 Juli.

Zverev akhirnya keluar dari bayang-bayang panjang sebagai salah satu petenis elite yang belum pernah mengangkat trofi mayor. Petenis Jerman itu mematahkan penantian selama bertahun-tahun setelah menundukkan Flavio Cobolli untuk merebut gelar Prancis Open tiga pekan lalu.

Perjalanan menuju gelar tersebut tidak mudah. Zverev harus menunggu hingga 41 kesempatan tampil di Grand Slam sebelum akhirnya merasakan menjadi juara. Pencapaian itu menjadi pelepas beban besar bagi petenis berusia 29 tahun tersebut, yang selama ini selalu berada dalam daftar pemain terbaik tanpa gelar mayor.

Namun, Zverev tidak ingin larut terlalu lama dalam perayaan. Menurutnya, keberhasilan memenangkan Grand Slam tidak otomatis mengubah kehidupan seseorang. “Banyak orang berpikir setelah memenangkan Grand Slam hidup Anda berubah sepenuhnya. Saya justru merasa tidak banyak yang berubah,” ujar Zverev.

“Saya tetap menikmati hal-hal di luar lapangan seperti bermain golf bersama teman atau menghabiskan waktu bersama anak. Itu tetap menjadi bagian penting dalam hidup,” ujarnya. Meski demikian, dia mengakui kemenangan di Paris memiliki arti khusus karena merupakan hasil dari perjuangan panjang sepanjang karier.

“Ada kepuasan besar karena ini adalah sesuatu yang saya perjuangkan selama bertahun-tahun. Tetapi hidup terus berjalan. Dua pekan setelahnya kami sudah berada di Wimbledon dan mempersiapkan Grand Slam berikutnya,” ujar Zverev.

Kini Wimbledon menjadi ujian berikutnya. Dengan servis keras dan permainan agresif yang menjadi senjata utama, Zverev seharusnya memiliki modal untuk tampil kuat di lapangan rumput. Tetapi catatannya di All England Club masih belum sejalan dengan reputasinya. Ia belum pernah melewati babak keempat.

Sebagai unggulan kedua, Zverev langsung mendapat tantangan berat menghadapi petenis Belgia peringkat 37 dunia Alexander Blockx di babak pertama. “Saya berharap keberhasilan ini bisa berlanjut. Tetapi Wimbledon selalu menjadi Grand Slam yang paling sulit,” ujarnya. Dia merasa berbeda tahun ini. Persiapan berjalan baik dan bermain tenis dengan bagus.

Sementara itu, Andreeva datang ke Wimbledon dengan situasi yang berbeda. Pada usia 19 tahun, dia sudah merasakan atmosfer sebagai juara Grand Slam setelah tampil luar biasa di Paris dan mengalahkan Maja Chwalinska di final. Jika Zverev membutuhkan 41 percobaan, Andreeva hanya memerlukan 13 penampilan di Grand Slam untuk mencapai puncak. Kecepatan perkembangannya membuat banyak pihak melihat petenis Rusia itu sebagai salah satu bintang masa depan tenis putri.

Meski demikian, Andreeva memilih menjaga ekspektasi. Baginya, euforia kemenangan pertama memang sulit dilupakan, tetapi tekanan untuk mengulang kesuksesan bisa menjadi jebakan.

“Perasaan setelah menang dan beberapa hari setelahnya sangat luar biasa. Saya ingin merasakannya lagi. Mungkin itu seperti kecanduan kecil,” ujar Andreeva. “Tetapi saya tidak ingin memberi target tertentu kepada diri sendiri. Saya hanya fokus menghadapi setiap pertandingan.” ben/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Nasional
PT Pertamina Hulu Indonesia...
Daerah
BNPB: Tanggul Jebol Picu Ba...

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.