Bapanas Pastikan Stok Beras Aman Hadapi El Nino, Cadangan Tembus 5 Juta Ton dan Cukup hingga Mei 2027

Sabtu, 27 Jun 2026, 19:05 WIB

Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan pangan nasional tetap aman menghadapi potensi musim kemarau dan fenomena El Nino melalui penguatan cadangan pangan pemerintah (CPP), produksi yang masih stabil, serta stok beras yang mencatat rekor tertinggi.

Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy mengatakan pemerintah telah melakukan langkah antisipatif sejak dini untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

Ket. Foto: Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy. — Sumber: Antara

"Pemerintah telah melakukan langkah-langkah antisipatif sejak dini. Kesiapan stok pangan Indonesia berada di status yang cukup kuat," kata Sarwo Edhy di Jakarta, Sabtu (27/6).

Menurutnya, pemerintah telah memperkuat cadangan pangan pemerintah (CPP) di tingkat pusat maupun cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) yang dikelola 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota untuk mengantisipasi dampak musim kering.

"Memang ada prediksi El Nino dan musim kering, sehingga kita sudah antisipasi daerah-daerah yang defisit itu untuk persiapan, baik dari produksi maupun stok. Pemerintah mempunyai CPP dan CPPD, yang dikelola di pemerintah pusat dan di 38 provinsi dan 514 kabupaten kota," ujarnya.

Sarwo mengatakan hingga kini dampak El Nino belum memberikan pengaruh signifikan terhadap produksi pangan. Kondisi cuaca yang relatif normal membuat aktivitas pertanaman tetap berjalan baik.

"Terkait dengan cuaca selama ini masih cukup normal, sehingga belum berpengaruh terhadap pertanaman. Jadi peningkatan produksi tetap dapat tercapai," katanya.

Bapanas juga terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait perkembangan cuaca serta mengimbau petani menyesuaikan pola tanam sesuai rekomendasi pemerintah.

Berdasarkan proyeksi neraca pangan Bapanas, produksi beras nasional pada semester I 2026 diperkirakan mencapai 19,2 juta ton, lebih tinggi dibanding kebutuhan konsumsi sebesar 15,4 juta ton, sehingga menghasilkan surplus sekitar 3,7 juta ton. Sebagian besar surplus tersebut telah diserap menjadi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) melalui Perum Bulog.

"Dari awal tahun sampai 26 Juni, Bulog telah melaksanakan penyerapan setara beras sebanyak 3,2 juta ton," kata Sarwo.

Hingga 26 Juni 2026, penyaluran CBP kepada masyarakat telah mencapai sekitar 1,07 juta ton melalui berbagai program pemerintah, sementara stok beras yang dikelola Bulog tercatat 5,17 juta ton.

Stok Cukup

Sebelumnya, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman optimistis stok beras nasional mencukupi hingga Mei 2027 meski terdapat potensi El Nino.

"Dulu pengalaman kita (El Nino) tahun 2023. Alhamdulillah kita lolos. Stok beras kita tertinggi sepanjang sejarah. Insya Allah aman, katakanlah sampai Desember. (Bahkan) beras kita sudah sampai Mei pun cukup. Jadi tidak masalah," ujar Amran.

Amran menambahkan pemerintah telah mengantisipasi potensi El Nino jauh hari dengan memperkuat stok pangan nasional. Saat ini cadangan beras pemerintah berada di kisaran 5,2–5,3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.

"Kami memang sudah siapkan jauh hari sebelumnya menghadapi El Nino. Dulu pengalaman kita (El Nino) tahun 2023. Alhamdulillah kita lolos. Stok kita sampai detik ini, itu 5,2 sampai 5,3 juta ton. Itu stok tertinggi sepanjang sejarah. Nah ini Alhamdulillah cukup baik," katanya.

Meski Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi beras Januari–Juli 2026 sedikit turun dibanding periode yang sama tahun lalu, Amran menilai penurunan tersebut tidak akan mengganggu ketahanan pangan nasional karena Indonesia masih diperkirakan mencatat surplus produksi sekitar 4 juta ton pada 2026.

"Tahun lalu surplus (produksi) 4 juta ton. Anggaplah sampai akhir tahun turun 0,2 persen, kurang lebih 80 ribu ton. (Tapi masih) surplus 4 juta ton selama 2 tahun. Jangan 0,2 persen dibandingkan tahun lalu, kan tahun lalu sudah naik tinggi," ujar Amran.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.