Bulog Sumut Rutin Cek Kualitas Beras di Gudang, Publik Pertanyakan Transparansi Keamanan Pangan

Minggu, 21 Jun 2026, 14:05 WIB

Medan - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) rutin melakukan pengecekan berkala di gudang-gudang penyimpanan beras, guna memastikan kualitas beras tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di wilayah tersebut.

“Pengecekan kualitas beras dilakukan secara berkala untuk memastikan masyarakat memperoleh beras yang aman dan layak konsumsi,” ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto di Medan, Minggu (21/6).

Ket. Foto: Stok beras yang berada di gudang Bulog, Medan, Sumatera Utara. — Sumber: Antara

Budi mengatakan untuk menjaga kualitas beras tersebut, pihaknya melakukan pengendalian hama setiap bulan serta fumigasi setiap tiga bulan sekali di gudang penyimpanan.

Selain itu, pemeriksaan laboratorium dilaksanakan setiap enam bulan sekali untuk mengetahui kadar kimia, residu, serta tingkat kelayakan beras sebelum dikonsumsi.

“Seluruh proses kami mengacu pada kaidah keamanan pangan, sehingga beras dipastikan aman dan bebas dari bahan kimia berbahaya yang melebihi ambang batas,” katanya.

Budi menambahkan setiap hari juga dilakukan pengelolaan pergudangan dengan sirkulasi udara yang baik, termasuk penggunaan alas pada tumpukan beras agar sirkulasi udara dari bagian bawah tetap terjaga.

“Gudang tersebut dilengkapi ventilasi dan sistem sirkulasi udara yang baik agar kualitas beras tetap terjaga selama penyimpanan,” ujarnya.

Ia mengatakan pada saat proses penyaluran, Dinas Ketahanan Pangan setempat juga turut melakukan pengecekan kualitas beras, mulai dari kebersihan, kandungan kimia, hingga uji tanak.

Saat ini stok beras di gudang Bulog Sumut tercatat sebanyak 56.750 ton yang siap untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, baik untuk bantuan pangan maupun beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Budi menambahkan, apabila dalam pemeriksaan ditemukan beras yang tidak memenuhi standar, maka dilakukan pengujian ulang.

“Jika tetap tidak layak, beras akan dimusnahkan sesuai prosedur dan dilaporkan kepada pemerintah. Namun hingga saat ini seluruh stok masih dalam kondisi aman,” ucapnya.

Menurutnya, kualitas beras tersebut juga terjaga karena berasal dari hasil penggilingan tahun 2025 dan 2026 serta pasokan dari berbagai daerah.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.