IHSG Hari Ini Tertekan, Lonjakan Harga Minyak Picu Kepanikan Investor
Kamis, 23 Jul 2026, 17:48 WIBJAKARTA â Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan meningkatnya sikap hati-hati investor menyusul kenaikan harga minyak dunia yang berpotensi memicu tekanan inflasi dan mempersempit ruang pelonggaran kebijakan moneter global.
Lonjakan harga energi juga meningkatkan kekhawatiran terhadap biaya produksi dan margin keuntungan emiten, terutama di sektor-sektor yang bergantung pada konsumsi bahan bakar.
Di tengah ketidakpastian tersebut, pelaku pasar cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko sambil menunggu arah harga komoditas dan respons kebijakan ekonomi selanjutnya.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (23/7) sore, ditutup melemah 19,17 poin atau 0,30 persen ke posisi 6.315,31 dipicu oleh sikap hati-hati pelaku pasar/ investor atas kenaikan harga minyak mentah global imbas eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 5,43 poin atau 0,86 persen ke posisi 627,12.
"Berlanjutnya kenaikan harga minyak mentah pada level tertinggi selama enam pekan terakhir, membuat para pelaku pasar cenderung mulai berhati-hati dan melakukan trading jangka pendek," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.
Pada perdagangan hari ini, IHSG bergerak volatil dan sempat mencapai level tertinggi atau mengalami rebound yang ditopang oleh saham-saham komoditas utamanya energi dan emas seiring kenaikan harga minyak mentah dan emas di tingkat global.
Pada sesi II. kenaikan harga minyak membuat investor bersikap hati-hati, yang mana harga minyak jenis WTI dan jenis Brent masing-masing di atas level 89 dolar AS per barel dan 97 dolar AS per barel, akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
Untuk perdagangan besok Jumat (24/7), Ratna memproyeksikan IHSG akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah seiring potensi aksi profit taking (ambil untung) investor menjelang periode akhir pekan.
âDiperkirakan jika IHSG breakdown dari level MA5 di sekitar 6,279, maka berpotensi uji level support berikutnya di 6.200- 6.250,â ujar Ratna.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor menguat yaitu dipimpin sektor properti yang naik sebesar 3,20 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor barang konsumen primer yang naik masing-masing sebesar 1,59 persen dan 1,54 persen.
Sedangkan lima sektor melemah yaitu sektor barang konsumen non primer turun paling dalam minus 1,08 persen, diikuti oleh sektor keuangan dan sektor industri yang turun masing-masing sebesar 1,00 persen dan 0,94 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu FUTR, MPRO, ENAK, ZATA, dan ALKA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni SWID, HOPE, LUCK, WMUU, dan FORU.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.148.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 59,77 miliar lembar saham senilai Rp23,88 triliun. Sebanyak 343 saham naik, 309 saham menurun, dan 313 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 0,39 persen ke 66.374,00, indeks Shanghai menguat 0,25 persen ke 3.876,78, indeks Hang Seng menguat 1,28 persen ke 25.210,81, indeks Kospi menguat 4,40 persen ke 7.096,89, dan indeks Strait Times melemah 0,32 persen ke 5.577,75.
- Ihsg hari ini
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
SE KPK Harus Jadi Pedoman Pemda Cegah Korupsi dan Gratifikasi di SPMB
-
Relokasi Pedagang Jelang Rekonstruksi Stadion Agus Salim Padang
-
Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran
-
Tim Piala Dunia, Belanda Makin Tajam, Bisa Jadi Salah Satu Favorit Melaju Jauh
-
1.800 Pelanggan PLN Langsung Nikmati Pasang Baru dan Tambah Daya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.