Sedikitnya 188 Orang Tewas Akibat Gempa Dahsyat di Venezuela
📅 Jumat, 26 Jun 2026, 09:25 WIB | Oleh: Tim PenulisLA GUAIRA - Warga Venezuela yang putus asa berjuang menyelamatkan orang-orang terkasih mereka yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan setelah dua gempa besar yang menewaskan sedikitnya 188 orang.
Bangunan-bangunan retak dan runtuh, dan warga berhamburan ke jalanan setelah gempa bumi, yang menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) berkekuatan M7,2 dan M7,5, melanda Venezuela utara dalam waktu satu menit pada Rabu (24/6) malam.
Tawaran dukungan penyelamatan dan bantuan membanjiri media ketika ketua Majelis Nasional Jorge Rodriguez mengatakan jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 188 orang, dengan 1.520 orang terluka.
Gempa susulan yang kuat masih terasa pada tanggal 25 Juni.
Negara bagian La Guaira di utara Caracas terkena dampak paling parah, penduduknya terjebak di antara puing-puing sambil memanggil nama orang-orang terkasih atau berusaha menyelamatkan yang terluka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Warga menyisir reruntuhan bangunan saat mencoba menyelamatkan barang-barang milik mereka setelah gempa bumi di Catia La Mar, negara bagian La Guaira, sekitar 30 km barat laut Caracas, pada 25 Juni 2026.
“Ada sebuah tempat di mana seorang wanita muda bernama Jennifer, dari lantai 11, menjawab panggilan saya. Namun, kami tidak memiliki alat apa pun; kami tidak punya cara untuk membantu,” kata Antonio Bermudez, yang gedungnya runtuh di La Guaira.
Di tempat lain di reruntuhan, seorang ayah dan putranya menggunakan beliung dan linggis untuk mencongkel lempengan batu besar agar bisa menjangkau dua putranya yang lain, kata Bermudez.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Mereka masih hidup... tidak ada lagi yang bisa kita lakukan. Kami menyuruh mereka untuk tidak memaksakan suara, untuk bernapas pendek-pendek, dengan harapan setidaknya tiga orang yang ada di sana akan diselamatkan.”
Para reporter AFP menyaksikan warga menjarah sebuah supermarket lokal di La Guaira.
Kota pesisir itu tanpa aliran listrik, dan banyak penduduk menghabiskan malam di jalanan atau mencari kerabat mereka.
“Kami bersyukur kepada Tuhan ... kami masih hidup, tetapi ada orang-orang yang menderita saat ini dengan anggota keluarga yang terjebak di bawah reruntuhan atau terhimpit, tidak dapat dikeluarkan,” kata warga bernama Yilsmaris Blanco kepada AFP.
Presiden sementara Delcy Rodriguez mengunjungi La Guaira pada 25 Juni setelah daerah tersebut dinyatakan sebagai "zona bencana."
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan ia "sangat sedih" atas bencana tersebut, sementara badan global itu berjanji untuk membantu Venezuela.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!