Bangka Tengah Tinggalkan Cara Lama, Smart Farming Jadi Andalan Kejar Produktivitas Pertanian

Jumat, 26 Jun 2026, 21:35 WIB

KOBA – Penerapan smart farming menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi digital, seperti sensor, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, dan analisis data.

Teknologi ini memungkinkan petani mengoptimalkan penggunaan air, pupuk, dan pestisida sehingga biaya produksi dapat ditekan dan hasil panen lebih terukur.

Ket. Foto: Ilustrasi-Warga menghidupkan penyiraman menggunakan teknologi digital. — Sumber: ANTARA FOTO/ Syaiful Arif

Namun, keberhasilan implementasinya bergantung pada kesiapan infrastruktur digital, akses pembiayaan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat petani.

Dengan dukungan ekosistem yang memadai, smart farming berpotensi memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan daya saing pertanian Indonesia di era ekonomi digital.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah mengoptimalkan penerapan smart farming untuk meningkatkan produktivitas sektor perikanan melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman, di Koba, Jumat (26/6), mengatakan pengembangan smart farming menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam mendorong modernisasi sektor perikanan yang memiliki peran penting sebagai penggerak perekonomian masyarakat.

Menurut dia, pemanfaatan teknologi dalam budi daya perikanan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi, menjaga kualitas hasil panen, serta memperkuat daya saing komoditas perikanan daerah.

"Program smart farming yang didukung Bank Indonesia menjadi bukti nyata sinergi dengan Pemkab Bangka Tengah dalam mengembangkan sektor perikanan yang lebih produktif, modern, dan berkelanjutan," kata Algafry.

Ia mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkuat ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku usaha di sektor perikanan.

Selain pengembangan smart farming, Pemkab Bangka Tengah bersama BI Babel juga membangun Unit Pengolahan Ikan (UPI) di Desa Pinang Sebatang sebagai langkah memperkuat hilirisasi hasil perikanan.

Menurut Algafry, keberadaan UPI diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk perikanan, sehingga hasil budi daya dan tangkapan nelayan tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan baku, tetapi juga diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

BI Babel juga memberikan pendampingan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), agar mampu mengembangkan produk berbasis potensi lokal yang lebih berkualitas dan berdaya saing.

Algafry menegaskan sinergi antara Pemkab Bangka Tengah dan BI Babel akan terus diperkuat melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.

"Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun sektor perikanan yang modern, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif," ujarnya lagi.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.