Penyebarangan Ke Bali Ditutup saat Puncak Arus Mudik, Dishub Jatim Lakukan Antisipasi Khusus

Jumat, 20 Feb 2026, 14:15 WIB

SURABAYA - Dinas Perhubungan Jawa Timur mematangkan persiapan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 lebih awal. Langkah ini dilakukan menyusul adanya momentum Hari Raya Nyepi yang waktunya berdekatan dengan arus mudik.

Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Nyono menyampaikan, masa angkutan Lebaran 2026 ditetapkan mulai 17 hingga 31 Maret atau sekitar 16–17 hari. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 17–18 Maret.

Ket. Foto: Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi usai berkoordinasi dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk memastikan kesiapan operasional angkutan Lebaran 2026. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 17–18 Maret. — Sumber: Koran Jakarta/ Selocahyo

Hal tersebut disampaikan usai mengikuti rapat bersama Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (20/2).

Menurut Nyono, perlu antisipasi khusus karena Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk akan ditutup pada 18 Maret, seiring pelaksanaan Hari Raya Nyepi pada 19 Maret.

“Karena ada penutupan tersebut, kami sudah memetakan seluruh kantong parkir di sekitar Ketapang, Banyuwangi, untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan. Harapannya tidak terjadi kemacetan atau gangguan berarti,” ujarnya.

Terkait pengelolaan parkir di sekitar Ketapang, Nyono menjelaskan hal itu bergantung pada kepemilikan lahan. Jika lahan milik BUMDes, maka dikelola BUMDes. Jika milik PT HSTP, maka dikelola pihak tersebut.

"Untuk Terminal Sri Tanjung diupayakan gratis. Namun jika berada di lahan milik BUMDes, pengelolaannya tetap menjadi kewenangan masing-masing."

“Pemerintah provinsi tidak memiliki kewenangan langsung dalam pengelolaan tarif parkir karena tidak memiliki wilayah administrasi darat di lokasi tersebut,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan, Kemenhub akan menerapkan sistem penundaan (delaying system) dan penyiapan zona penyangga (buffer zone) di pelabuhan penyeberangan, serta pemberitahuan resmi kepada masyarakat mengenai jadwal penutupan sementara layanan ke Bali.

Ia menambahkan pembatasan angkutan barang diberlakukan pada 13–29 Maret 2026 untuk kendaraan sumbu tiga ke atas, kecuali angkutan bahan pokok.

"Pembatasan dilakukan tanpa melarang operasional sepenuhnya, melainkan pengaturan jadwal dan jenis kendaraan," ujarnya.

Untuk mendistribusikan arus perjalanan, pemerintah menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA) atau pengaturan kerja fleksibel pada 16–17 Maret saat arus mudik serta 25–26 Maret saat arus balik, yang telah disetujui Presiden dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB).

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menambahkan, ia berharap pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026 berjalan aman, lancar, selamat, dan membahagiakan seluruh masyarakat. 

Menurutnya, sejumlah titik krusial menjadi perhatian, termasuk momentum Hari Raya Nyepi pada 19 Maret yang bertepatan dengan periode mudik. Pergerakan masyarakat dari dan menuju Bali harus diantisipasi secara matang, terutama terkait penyeberangan.

“Semua harus diantisipasi, termasuk hari-hari besar seperti Nyepi. Karena ada mobilitas dari Jawa dan Jawa Timur ke Bali maupun sebaliknya,” tegasnya.

“Kita membangun sinergi semaksimal mungkin, sedetail mungkin untuk memastikan penyelenggaraan Angkutan Lebaran, baik darat, laut, udara, kereta api maupun tol, semuanya berjalan aman, lancar, selamat dan membahagiakan,” ujar Khofifah.

7,7 Juta Penumpang

Secara nasional, pergerakan masyarakat selama Lebaran diperkirakan mencapai lebih dari 100 juta orang. Khusus Jawa Timur, pengguna angkutan umum diprediksi sekitar 7,7 juta orang, naik sekitar 5 persen dibanding tahun sebelumnya.

Rinciannya sebagai berikut:

-Kereta api: 2,92 juta penumpang

-Bus: 2,67 juta penumpang

-Angkutan penyeberangan: 1,23 juta penumpang

-Pesawat udara: 756 ribu penumpang

-Kapal laut: 150 ribu penumpang

Untuk mendukung mobilitas tersebut, Dishub Jatim menyiapkan:

-6.637 unit bus

-148 rangkaian kereta api

-302 unit pesawat

-55 kapal laut

-71 kapal penyeberangan

Sementara untuk kendaraan pribadi, pemantauan dilakukan melalui kamera Artificial Intelligence (AI) di perbatasan Jawa Tengah–Jawa Timur dan Bali–Jawa Timur.

Tercatat, kendaraan masuk ke wilayah aglomerasi Surabaya Raya melalui jalan arteri non-tol mencapai sekitar 251 ribu kendaraan per hari.

Sedangkan kendaraan keluar-masuk Jawa Timur melalui jalan arteri sekitar 33 ribu kendaraan per hari. Data jalan tol akan disinkronkan dengan Jasa Marga.

Pelabuhan Jangkar Jadi Perhatian

Selain Ketapang, Pelabuhan Jangkar juga menjadi perhatian karena banyak warga Jawa Timur yang bekerja di Bali pulang kampung saat Nyepi.

Saat ini tersedia dua kapal tujuan Bawean dan satu kapal tujuan Gili Iyang dan sekitarnya. Gubernur Khofifah mengusulkan tambahan tiga kapal dengan kapasitas minimal 250 orang per kapal, sehingga ada tambahan sekitar 750 penumpang per hari selama masa angkutan Lebaran.

Selain itu, akan digelar program angkutan laut gratis sebanyak enam kali pelayaran mulai 8 Maret dengan total kapasitas sekitar 3.000 orang.

Fasilitasi 11.000 Pemudik Gratis.

Program mudik gratis juga disiapkan untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi dan angka kecelakaan.

  • Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.