Menko Perekonomian Kaji Penurunan Daya Saing Indonesia
Kamis, 25 Jun 2026, 16:20 WIBJAKARTA â Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartato, menyatakan pemerintah akan meneliti kembali penyebab turunnya peringkat daya saing Indonesia. Menurut dia, tim debottlenecking atau pengurai hambatan birokrasi yang akan mengkajinya.
âNanti kami teliti lagi masalahnya di mana,â ujar dia di Jakarta, Kamis (25/6). âKami sudah ada persiapan dengan tim debottlenecking, jadi kita lihat saja dari sana.â
Menurut Airlangga, masalah daya saing menjadi concern para investor saat ini, terutama di sektor energi. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian para investor adalah ketersediaan pasokan listrik.
"Pasokan listrik harus stabil, makanya ada level satu sampai empat," ucap dia.
Airlangga menyatakan iklim investasi satu negara dianggap baik jika kebutuhan energi sebagai infrastruktur utama terpenuhi. "Baik untuk manufaktur, transportasi, maupun jasa," ujar dia.
Airlangga menambahkan isu daya saing juga menjadi keprihatinan OECD yang telah memberikan masukan pada Indonesia.
"Tahun ini dan sebelumnya Indonesia masuk dalam review sektoral OECD maupun dengan berbagai negara lain," ujar dia. "Yang muncul, isunya tidak terlalu beda."
IMD World Competitiveness Ranking 2026 menurunkan ranking daya saing Indonesia, dari peringkat 40 ke 48 dari 70 negara. Indonesia tertinggal jauh dari Malaysia yang berada di peringkat 15, dan Tailan di peringkat 26. ils/I-1
- Kemenko Perekonomian
- Daya Saing RI
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Bali, Bandung, Yogya Jadi Destinasi Wisata Favorit Pelancong Saat Musim Hujan
-
Pemerintah Percepat Ekosistem AI dan Data Center untuk Kejar Pertumbuhan Ekonomi
-
Sinergi OJK-Polda Jateng: Penagihan Kredit Tak Sesuai Aturan Bakal Ditindak Tegas
-
Menhub: Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi pada 18 Maret
-
Aston Kartika Grogol Luncurkan Paket Menginap Plus Iftar Mulai Rp1,3 Jutaan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.