Brasil Waspadai Spirit Skotlandia

Rabu, 24 Jun 2026, 06:18 WIB

MIAMI – Skotlandia berpeluang mencatat sejarah baru ketika menghadapi tim raksasa Amerika Selatan, Brasil, dalam laga terakhir Grup C Piala Dunia 2026 di Stadion Hard Rock, Miami, Kamis (25/6) pagi WIB. Pertandingan ini menjadi ujian besar bagi Skotlandia untuk lolos fase gugur.

Pertemuan kedua negara kali ini mengingatkan publik pada laga terakhir mereka di Piala Dunia 1998. Saat itu, Brasil berhasil mengalahkan Skotlandia dengan skor 2-1. Hampir tiga dekade berselang, kedua tim kembali bertemu dengan misi berbeda: Skotlandia mengejar tiket bersejarah, Brasil berupaya memastikan status juara grup.

Ket. Foto: Striker Brasil Neymar (kiri) dan bek Skotlandia Andrew Robertson — Sumber: Andy BUCHANAN dan Eitan ABRAMOVICH / AFP

Skotlandia datang ke pertandingan ini dengan modal kemenangan tipis 1-0 atas Haiti dalam laga pembuka. Namun, langkah mereka tersendat setelah kalah dengan skor yang sama dari Maroko pada hari Jumat lalu. Kekalahan tersebut terasa menyakitkan karena pertandingan berlangsung ketat dan ditentukan oleh gol cepat Ismael Saibari hanya 70 detik setelah laga dimulai.

Pelatih Skotlandia, Steve Clarke, menilai timnya layak mendapatkan hasil lebih baik, terutama setelah tampil agresif pada babak kedua. Ia merasa Skotlandia seharusnya memperoleh setidaknya satu penalti dalam pertandingan tersebut.

“Kami mampu bersaing melawan tim-tim yang berada di 10 besar dunia. Para pemain memperlihatkan karakter luar biasa,” ujar Clarke. Meski demikian, dia mengakui timnya harus meningkatkan efektivitas serangan setelah gagal mencatat satu pun tembakan tepat sasaran.

Kekalahan dari Maroko belum mematikan peluang Skotlandia. Mereka masih memiliki kesempatan mencapai babak gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah setelah delapan penampilan sebelumnya selalu terhenti di fase grup.

Kemenangan pertama sepanjang sejarah atas Brasil akan memastikan Skotlandia finis di dua besar Grup C. Hasil imbang kemungkinan besar cukup untuk membawa mereka lolos ke babak 32 besar. Kekalahan teta[ masih bisa membuka peluang lolos, dengan syarat mereka tidak mengalami kekalahan besar.

Namun, catatan pertemuan menghadapi Brasil tidak berpihak kepada Skotlandia. Dalam delapan duel internasional sebelumnya, mereka belum pernah menang, dengan catatan enam kekalahan dan dua hasil imbang. Tiga kekalahan bahkan terjadi di fase grup Piala Dunia 1982 hingga 1998.

Di sisi lain, Brasil mulai menemukan bentuk permainan terbaiknya. Setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Maroko pada laga pertama, tim Samba bangkit dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Haiti. Matheus Cunha mencetak dua gol, sementara Vinicius Junior menyumbang satu gol pada babak pertama.

Hasil tersebut memperpanjang catatan baik Brasil di Piala Dunia. Negara pemilik lima gelar juara dunia itu kini telah mencetak minimal tiga gol dalam satu pertandingan Piala Dunia sebanyak 41 kali. Ini lebih banyak dibandingkan negara lain.

Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, puas dengan penampilan anak asuhnya. “Kami memainkan pertandingan yang lengkap. Tim menunjukkan keseimbangan, intensitas, dan kualitas yang kami butuhkan,” ujar Ancelotti.ben/G-1

Perkiraan Formasi

Skotlandia 5-2-2-1

Gunn

Patterson, Hendry, Hanley, Robertson, Tierney

Christie, Ferguson

McTominay, McGinn

Adams

Brasil 4-2-3-1

Alisson

Danilo, Marquinhos, Gabriel, Douglas Santos

Guimaraes, Casemiro

Rayan, Paqueta, Vinicius Jr

Cunha

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.