Ancelotti Bawa Harapan Baru, Brasil Uji Kekuatan Maroko di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Minggu, 14 Jun 2026, 05:00 WIB

LOS ANGELES, AMERIKA SERIKAT — Brasil akhirnya memasuki panggung Piala Dunia 2026 dengan membawa ambisi besar untuk mengakhiri penantian panjang mereka.

Selecao akan menghadapi Maroko dalam salah satu pertandingan paling menarik di fase grup. Duel antara juara dunia lima kali dan semifinalis mengejutkan Piala Dunia 2022 itu menjadi sorotan utama pada hari pertandingan yang menghadirkan empat laga sekaligus, Minggu (14/6) WIB.

Ket. Foto: Carlo Ancelotti — Sumber: AFP

Selain Brasil kontra Maroko, laga lain mempertemukan Skotlandia melawan Haiti di Boston, Qatar menghadapi Swiss di Santa Clara, serta Australia berjumpa Turki di Vancouver.

Turnamen tahun ini menjadi edisi berbeda karena untuk pertama kalinya diikuti 48 negara, memperbesar peluang tim-tim kejutan untuk melangkah jauh.

Brasil tetap menjadi salah satu magnet terbesar sepak bola dunia, meski performa mereka dalam beberapa tahun terakhir tidak lagi sedominan era sebelumnya.

Carlo Ancelotti dipercaya menjadi sosok yang mampu mengembalikan kejayaan Selecao. Pelatih asal Italia itu menjalani debutnya di Piala Dunia sebagai pelatih dan memiliki target besar: mengakhiri puasa gelar Brasil yang sudah berlangsung 24 tahun.

Terakhir kali Brasil mengangkat trofi Piala Dunia terjadi pada 2002.

Ancelotti menegaskan bahwa dirinya yakin skuad Brasil saat ini memiliki kualitas untuk bersaing melawan tim terbaik dunia.

"Ini pengalaman baru dan tanggung jawab besar karena saya mewakili negara sepak bola. Kami memiliki tim yang mampu bersaing dengan siapa pun," kata Ancelotti.

Namun, perjalanan Brasil menuju turnamen kali ini tidak sepenuhnya mulus.

Dalam kualifikasi Amerika Selatan, Brasil hanya mampu finis di posisi kelima setelah kalah enam kali dari 18 pertandingan.

Kondisi semakin rumit setelah Rodrygo dan Estevao dipastikan absen karena cedera. Sementara Neymar masih belum pulih sepenuhnya dan tidak akan bermain pada laga pembuka.

Bintang Al Hilal tersebut belum membela tim nasional sejak 2023.

Kini, tanggung jawab besar berada di pundak Vinicius Junior. Penyerang Real Madrid itu mencetak 21 gol musim lalu dan menjadi harapan utama Brasil di lini depan.

Selain Vinicius, Raphinha juga menjadi ancaman besar karena kemampuan mencetak gol dan kreativitasnya.

Di sisi lain, Maroko datang dengan kepercayaan diri tinggi.

Empat tahun lalu, Atlas Lions menciptakan sejarah dengan menjadi negara Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia.

Pencapaian tersebut mengubah pandangan dunia terhadap sepak bola Afrika dan membuat Maroko kini dianggap sebagai salah satu tim yang berpotensi menjadi kejutan besar.

Maroko juga baru saja mendapatkan gelar Piala Afrika setelah turnamen berakhir kontroversial.

Final yang awalnya dimenangkan Senegal 1-0 setelah perpanjangan waktu berubah karena Senegal kemudian dicabut gelarnya setelah meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan penalti.

Pelatih baru Mohamed Ouahbi, yang menggantikan Walid Regragui sejak Maret, menyadari laga melawan Brasil akan menjadi ujian besar.

"Pertandingan ini akan menunjukkan posisi kami, tetapi saya yakin kami berada dalam kondisi yang baik untuk memulai kompetisi," ujar Ouahbi.

Menurutnya, meskipun banyak pihak menilai Brasil tidak lagi seperti masa kejayaan mereka, Selecao tetaplah Brasil.

Selain duel Brasil dan Maroko, perhatian juga tertuju pada kembalinya Skotlandia ke Piala Dunia.

The Tartan Army tampil di turnamen dunia untuk pertama kalinya sejak 1998.

Gelandang Scott McTominay menjadi pemain kunci setelah menjadi pahlawan saat membawa Skotlandia lolos melalui kemenangan dramatis 4-2 atas Denmark.

Gol salto McTominay dalam laga tersebut membuatnya menjadi simbol kebangkitan sepak bola Skotlandia.

Sementara Haiti menghadapi tantangan berbeda. Mereka datang dengan harapan memberikan kebanggaan bagi negara yang sedang menghadapi berbagai persoalan.

Pelatih Australia Tony Popovic juga optimistis timnya mampu tampil di luar ekspektasi, tetapi mereka langsung mendapat ujian berat menghadapi Turki.

Piala Dunia 2026 akan berlangsung hingga final yang digelar di New Jersey pada 19 Juli.

Dengan format 48 tim, persaingan diprediksi semakin terbuka. Tim-tim besar seperti Brasil harus berhati-hati menghadapi negara-negara yang kini memiliki peluang lebih besar membuat kejutan.

Laga Brasil kontra Maroko pun menjadi simbol era baru Piala Dunia: tradisi besar melawan ambisi kekuatan baru.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

Berita Terbaru

HUT ke-81 RI di Papua Pegunungan, Upacara di Wamena Berlangsung Lancar.

Cincinnati Open 2026: Janice Tjen Lewati Drama Tiga Set untuk Melaju ke Babak 32 Besar

IQAir: Kualitas Udara di Jakarta saat Peringatan HUT RI Ternyata Tak Sehat

Bantu Korban di NTT, PT Pertamina Patra Niaga Donasikan Rp81/lt Tiap BBM

Tak Sabar Lihat Aksinya? Ini Formasi Lengkap Paskibraka Indonesia Berdaulat

Belajar dari Gempa NTT, BPBD Lebak Ajak Warga Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Gempa  ‎

PLN Gerak Cepat! 11 Gardu Induk Utama Listrik Flores Berhasil Dipulihkan

Bikin Haru! Polres Bogor Renovasi 21 Rumah Warga untuk Rayakan HUT RI

Mensesneg: Presiden Prabowo Pertimbangkan ke NTT untuk Tinjau Penanganan Gempa

HUT RI Makin Meriah! Ma’ruf Amin hingga Dewi Soekarno Hadir di Upacara Kemerdekaan

Berikut Daftar Harga BBM di Hari Kemerdekaan RI Ke-81

Buruan Daftar Jangan Sampai Ketinggalan! ITDC Buka 2.500 Lowongan Relawan MotoGP Indonesia 2026

BMKG Prakirakan Hujan Ringan di Wilayah Barat Indonesia pada Senin

Semarakkan HUT RI,  PT KAI Sumut Beri Diskon 17 Persen Tiket KA Sribilah

Detik-Detik Kereta Garuda Prabayaksa Bawa Bendera dan Teks Proklamasi ke Istana

Listrik Andal Dukung Kekhidmatan Malam Renungan Suci di TMP Kalibata.

Jelang Kirab HUT RI Ke-81, Warga Mulai Padati Kawasan Monas

Emas Makin Strategis! INDEF Soroti Perannya untuk Diversifikasi Cadangan

Amankan HUT RI di Jakarta, Polda Metro Jaya Siagakan 13.859 Personel

Gempa Bisa Datang Kapan Saja, BPBD Lebak Ajak Warga Tingkatkan Kesiapsiagaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.