Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemitraan RI–Australia Diperkuat, Targetkan Jadi Mesin Ekonomi Tahan Krisis

📅 Selasa, 23 Jun 2026, 17:10 WIB | Oleh: Tim Penulis

Menurut dia, kondisi tersebut membuat kedua negara memiliki peluang besar untuk memperkuat integrasi ekonomi, termasuk melalui pengembangan industri bernilai tambah.

Ia mencontohkan bahan baku dari Australia dapat diolah di Indonesia sebelum dikirim kembali ke Australia. Indonesia juga dapat bekerja sama dengan memanfaatkan teknologi tinggi di Australia.

"Bahan baku dari sini diolah di Indonesia, setengah jadi dikirim lagi ke sini, diolah dengan teknologi tinggi. Kurang lebih seperti itu," katanya.

Dubes menilai stabilitas kawasan ASEAN selama puluhan tahun menjadi modal penting yang mendorong aliran investasi asing langsung (FDI) ke Asia Tenggara.

"ASEAN selama sekitar 50 tahun tidak mengalami perang antarnegara. Karena aman, investasi terus masuk ke kawasan ini," ujarnya.

Ia menambahkan perusahaan-perusahaan global kini tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga keamanan pasokan dalam jangka panjang.

Sebagai contoh, Indonesia sebelumnya banyak mengimpor gandum dari Ukraina. Namun setelah perang pecah, Indonesia mencari alternatif pasokan dari Australia untuk menjamin keberlanjutan kebutuhan dalam negeri.

Sebaliknya, Australia membutuhkan pasokan urea untuk mendukung produksi pertanian, termasuk gandum dan kapas, sehingga sejak konflik Rusia-Ukraina dan juga ketegangan di Selat Hormuz, ketergantungan terhadap pasokan pupuk dari Indonesia meningkat.

Karena itu, menurut dia, kerja sama Indonesia dan Australia di sektor pupuk jangan hanya terjadi saat kondisi krisis yang bersifat sementara, melainkan harus berkelanjutan dengan membangun economic powerhouse.

"Pada prinsipnya kerja sama ini bukan hanya karena kondisi sesaat atau faktor krisis. Kerja sama ini dibangun untuk jangka panjang dan bersifat berkelanjutan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.