Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPRD DKI Akan Panggil Satpol PP Bahas soal Kekurangan Personel

📅 Selasa, 28 Apr 2026, 16:08 WIB | Oleh:
DPRD DKI Akan Panggil Satpol PP Bahas soal Kekurangan Personel Doc: ANTARA/HO-Kominfotik DKI Jakarta
Ket. Petugas Satpol PP menertibkan bangunan liar di Kelurahan Gunung Sahari Utara, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

JAKARTA -- Komisi A DPRD DKI Jakarta akan segera memanggil kembali Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk membahas terkait pola kerja hingga kekurangan jumlah personel.

Tak hanya Satpol PP, Komisi A juga akan memanggil Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), dan Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta.

"Kami tidak berhenti di catatan saja. Dalam waktu dekat, kami akan memanggil kembali Satpol PP bersama BKD, Bappeda dan BPKD untuk bahas khusus kebutuhan personel, pola kerja, dan anggarannya secara menyeluruh," kata anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Kevin Wu saat dihubungi, Selasa.

Pihaknya akan mendorong sistem kerja lapangan yang lebih berpihak, terutama untuk perlindungan dan kesehatan anggota.

Bahkan, Kevin tidak menutup kemungkinan akan turun ke lapangan untuk melihat situasi yang sebenarnya dialami para anggota Satpol PP.

"Ke depan ini harus segera dibenahi, mulai dari evaluasi pola kerja supaya lebih manusiawi, penambahan personel secara bertahap, penyediaan fasilitas istirahat yang layak di lapangan, sampai perlindungan kesehatan yang rutin untuk anggota. Ini juga akan kami kawal dalam pembahasan anggaran dan evaluasi kinerja," ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengungkapkan sebanyak 35 anggotanya meninggal dalam kurun hampir satu tahun terakhir.

Menurut dia, tingginya angka tersebut disebabkan beratnya beban kerja di lapangan serta minimnya sarana dan prasarana pendukung bagi personel.

“Saya menjadi Kasat Pol PP hampir setahun. Jadi, sudah hampir anggota saya 35 orang meninggal. Bukan karena kasatnya, tapi karena memang kondisionalnya, yang beban kerja dan sarana prasarananya yang luar biasa,” ucap Satriadi di Jakarta, Kamis (23/4).

Dalam rapat bersama Komisi A DPRD di Gedung DPRD DKI Jakarta, dia juga memaparkan jumlah personel Satpol PP di tingkat kelurahan masih sangat terbatas, yakni sekitar tujuh hingga 10 orang.

Jumlah tersebut dinilai tidak sebanding dengan tugas yang harus dijalankan, mulai dari pengawasan hingga penertiban wilayah. Akibatnya, banyak anggota harus bekerja dalam durasi yang sangat panjang, bahkan hingga 36 jam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

51 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...
Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.