SMAN 5 Makassar Wakili Sulsel ke LCC Empat Pilar Tingkat Nasional
📅 Minggu, 21 Jun 2026, 07:05 WIB | Oleh: SriyonoZyzy juga mengungkapkan, bahwa dengan latihan rutin menjadi kunci utama dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi. Berbagai metode dilakukan mulai dari latihan soal, pendalaman materi tematik, hingga simulasi babak rebutan.
“Kami melakukan latihan secara rutin sesuai jadwal dan tempat yang telah ditentukan. Kalau untuk persiapan di tingkat nasional nanti tentu harus lebih ketat dan lebih ekstra lagi dalam menguasai materi-materi terkait Empat Pilar,” ujar Zyzy.
Meski demikian, semangat untuk meraih prestasi terbaik tetap menjadi motivasi utama seluruh anggota tim dari SMAN 5 Makassar.
“Harapan kami tentu ingin selalu menjadi juara dan semoga doa-doa kami dilangitkan oleh Yang Maha Kuasa,” tambahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, guru pembina SMA Negeri 5 Makassar, Suhartini Nasir, S.Pd., menjelaskan bahwa proses pembinaan telah dimulai sejak seleksi tingkat kota. Tingginya antusiasme siswa menjadi modal penting dalam membentuk tim terbaik.
“Setelah LCC sebelumnya, antusiasme siswa sangat tinggi. Untuk mendapatkan 10 peserta terbaik, kami melakukan seleksi dari sekitar 100 siswa yang mengikuti proses penjaringan,” jelasnya.
Dalam proses pembinaan, Suhartini mengakui terdapat sejumlah tantangan, terutama dalam menyesuaikan jadwal latihan dengan aktivitas akademik para peserta.
“Tantangan terbesar adalah menyelaraskan jadwal anak-anak karena mereka berasal dari kelas yang berbeda-beda dan tetap memiliki tanggung jawab utama untuk belajar,” katanya.
Selain itu, menjaga motivasi peserta agar tetap stabil juga menjadi perhatian penting selama masa persiapan. Ia pun selalu membangun suasana positif dan menanamkan bahwa yang terpenting adalah mencintai prosesnya, sedangkan hasil adalah bonus.
Menghadapi tingkat nasional, SMA Negeri 5 Makassar berfokus memperkuat kemampuan peserta pada sesi tematik yang dinilai menjadi salah satu aspek paling menentukan dalam kompetisi.
“Menurut saya, tematik adalah gong-nya LCC karena di situlah kemampuan peserta untuk memahami dan mereduksi berbagai persoalan bangsa benar-benar diuji,” ungkap Suhartini.
Berkaca dari pengalaman sebelumnya yang hanya mampu mencapai babak semifinal, pihak sekolah juga berencana meningkatkan durasi pembinaan dan karantina peserta agar persiapan lebih maksimal. Suhartini berharap keikutsertaan dalam LCC Empat Pilar tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang lebih memahami nilai-nilai kebangsaan.
“Saya berharap anak-anak bisa menjadi teladan, minimal untuk dirinya sendiri dan lingkungan terdekatnya. Mereka harus memahami bahwa kebijakan-kebijakan MPR menyentuh banyak aspek kehidupan dan dapat memperkuat mentalitas generasi muda,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!