Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bapanas Mencatat 7,7 Juta Ton CBP Disalurkan ke Masyarakat Selama 2023–2025

📅 Sabtu, 20 Jun 2026, 11:35 WIB | Oleh: Tim Penulis

"Pemerintah pun telah memutuskan bantuan pangan beras ditambah 3 bulan alokasi di semester kedua tahun ini," jelasnya.

Sementara total stok beras yang ada di Bulog sampai 18 Juni 2026 berada di angka 5,2 juta ton yang bersumber dari pengadaan setara beras produksi dalam negeri sejak awal 2026 yang telah mencapai 3,18 juta ton.

"Selain itu juga ditopang dari stok akhir tahun 2025 yang masih 3,24 juta ton dengan realisasi pengadaan produksi dalam negeri selama 2025 di 3,43 juta ton tanpa ada impor," ucap Ketut.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan stok beras nasional melimpah dengan cadangan mencapai 5,2 juta ton, sehingga pemerintah tidak menginginkan impor beras di tengah ketersediaan yang mencatat rekor tertinggi.

"Kemampuan gudang kita 3 juta ton. Kita sudah sewa 2,3 juta ton dan ini tertinggi selama merdeka. Kalau dulu, stok di Bulog hanya 1 juta ton kemudian harga naik, kesimpulannya impor. Sekarang berbeda. Kita surplus. Kita sudah swasembada," kata Amran.

Pencapaian produksi beras Indonesia turut disebut dalam laporan Rice Outlook edisi Mei 2026 yang dirilis United States Department of Agriculture (USDA). USDA melaporkan produksi beras secara global periode 2025-2026 meningkat 1,5 juta ton. Pada Rice Outlook bulan April 541,3 juta ton dan naik menjadi totalnya 542,8 juta ton.

Indonesia disebut menjadi salah satu negara dengan perkembangan angka produksi beras setahun tertinggi bersama Nigeria, Pantai Gading dan Vietnam.

Namun jika dibandingkan tiga negara tersebut, hanya Indonesia yang memiliki angka total produksi beras setahun mencapai lebih dari 30 juta ton. Nigeria berada di angka 5,9 juta ton, Pantai Gading 1,7 juta ton dan Vietnam 26,2 juta ton.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

44 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.