Memperluas Akses Air Bersih yang Berkelanjutan di Wilayah NTT
📅 Jumat, 19 Jun 2026, 17:45 WIB | Oleh: Tim PenulisKupang - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendorong kolaborasi berbagai pihak untuk mewujudkan akses air bersih yang berkelanjutan melalui penguatan tata kelola sumber daya air yang inklusif, partisipatif, dan berorientasi pada keterlibatan masyarakat.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Setda) Kota Kupang Ignasius Lega di Kupang, Jumat, mengatakan penyediaan air bersih memerlukan perhatian dan kerja sama seluruh pihak karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
“Persoalan air di Kota Kupang harus menjadi gerakan bersama. Ketika sumber air rusak, semua merasakan dampaknya. Ketika kualitas air menurun, semua ikut menanggung risikonya. Sebaliknya, ketika akses air membaik, seluruh masyarakat akan menikmati manfaatnya,” katanya dalam Lokakarya Aksi Implementasi Akses Air Bersih.
Ia mengapresiasi Yayasan Plan International Indonesia melalui Program CERAH yang telah memilih Kota Kupang sebagai salah satu lokasi implementasi program selama tiga tahun ke depan.
“Kepercayaan ini menjadi kesempatan bagi Kota Kupang untuk memperkuat tata kelola air yang lebih inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan. Yang terpenting, masyarakat tidak ditempatkan sebagai objek pembangunan, tetapi menjadi bagian dari solusi dalam setiap proses perencanaan, pengawasan, hingga pengambilan keputusan,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan Kota Kupang saat ini menghadapi berbagai tantangan di sektor air, antara lain pertumbuhan penduduk, perubahan iklim, keterbatasan sumber air baku, kerusakan daerah tangkapan air, serta pola penggunaan air yang belum sepenuhnya bijaksana.
Karena itu, lanjut dia, penyelesaian persoalan air tidak dapat dilakukan pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
Ia menambahkan Pemkot Kupang telah mengukuhkan Forum Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu Kota Kupang Tahun 2026 sebagai wadah kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ignasius mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan lokakarya tersebut sebagai forum aksi yang menghasilkan langkah-langkah konkret dalam menjaga daerah resapan air, memulihkan daerah aliran sungai yang kritis, mengurangi pencemaran lingkungan, memperluas akses layanan air bersih, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan air secara bijak.
Sementara itu Provincial Coordinator NTT Yayasan Plan International Indonesia Ani Talan mengatakan kolaborasi tersebut menjadi dasar kepercayaan Pemerintah Australia untuk melanjutkan dukungan melalui Program CERAH hingga 2028 dalam upaya konservasi dan pengelolaan sumber daya air di Kota Kupang.
Ia menjelaskan sejumlah kegiatan telah dilaksanakan, mulai dari studi pemetaan wilayah rawan kekeringan hingga survei kebutuhan masyarakat terkait layanan air minum.
“Dari hasil kegiatan ini, berbagai masukan masyarakat berhasil dihimpun, termasuk persoalan kebocoran jaringan dan tantangan akses layanan air bersih yang masih perlu mendapat perhatian bersama,” ujarnya.
Ia berharap komitmen yang telah dibangun bersama Pemkot Kupang dan Perumda Air Minum dapat terus diperkuat guna mendukung terwujudnya ketahanan air yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!